Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Bambang Irawan
BALIKPAPAN - Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mulai meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta dampak kabut asap di Kota Minyak.
Langkah tersebut dituangkan dalam Surat Edaran (SE) Wali Kota Balikpapan tentang Antisipasi Karhutla yang diterbitkan pada Jumat (21/8/2026).
Wali Kota Balikpapan, Rahmad Mas'ud mengatakan penerbitan SE tersebut merupakan tindak lanjut atas Surat Edaran Menteri Lingkungan Hidup/Kepala BPLH RI Nomor 16 Tahun 2026 serta Peraturan Daerah (Perda) Kota Balikpapan Nomor 4 Tahun 2022.
Melalui surat edaran yang ditandatangani Rahmad Mas'ud pada hari ini tersebut, Pemkot Balikpapan menginstruksikan pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), BUMN/BUMD, perusahaan swasta, perangkat kecamatan dan kelurahan, hingga masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla.
Sejumlah ketentuan turut ditegaskan dalam surat edaran tersebut. Salah satunya larangan keras membuka lahan dengan cara membakar.
Masyarakat juga dilarang melakukan pembakaran sampah secara sembarangan. Bagi pihak yang melanggar, dapat dikenakan sanksi administratif, denda, hingga pidana sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Selain itu, perusahaan swasta yang memiliki sumber air di area kerjanya diimbau menyiapkan pasokan air untuk membantu penanganan apabila terjadi kebakaran di wilayah sekitar.
Pemkot Balikpapan juga meminta masyarakat segera melaporkan apabila menemukan titik api maupun kepulan asap.
Laporan dapat disampaikan melalui layanan kedaruratan 112, pemadam kebakaran 113, dan kepolisian 110.
Masyarakat juga dapat melapor kepada TNI, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), UPTD KPHL Balikpapan, serta kantor kecamatan atau kelurahan setempat.
Meski kewaspadaan ditingkatkan, hingga saat ini belum terdapat indikasi kabut asap di Kota Balikpapan.
Ketua Tim Data dan Informasi BMKG Stasiun SAMS Sepinggan Balikpapan, Carolina Meylita mengatakan kondisi tersebut belum terpantau.
"Belum terpantau ada asap di Balikpapan, Mas," ucap Carolina.
Sementara Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kalimantan Timur (Kaltim) mengingatkan masyarakat terhadap potensi cuaca dan kondisi lingkungan yang dapat meningkatkan risiko karhutla dalam sepekan ke depan.
Berdasarkan prakiraan BMKG, angin lapisan atas didominasi dari arah tenggara yang membawa udara kering.
Namun, terdapat sirkulasi siklonik di tenggara Pulau Kalimantan yang dapat membuat kondisi cuaca di Kaltim lebih dinamis.
Pada pagi hari, cuaca secara umum diprakirakan cerah berawan. Namun, terdapat potensi kabut di Kabupaten Mahakam Ulu.
Memasuki siang hari, cuaca masih didominasi cerah berawan dengan suhu udara berkisar 29 hingga 32 derajat Celsius. Potensi udara kabur diprakirakan terjadi di Samarinda dan Mahakam Ulu.
Pada malam hari, potensi hujan ringan diprakirakan terjadi di Mahakam Ulu. Sedangkan pada dini hari, sebagian besar wilayah Kaltim diprakirakan cerah berawan, dengan potensi kabut di Mahakam Ulu dan Berau.
BMKG juga mengingatkan adanya potensi mudah hingga sangat mudah terbakar di sejumlah wilayah Kalimantan Timur dalam sepekan ke depan.
Masyarakat diminta mengantisipasi berbagai potensi bencana hidrometeorologi, termasuk banjir, tanah longsor, angin kencang, karhutla, hingga kekeringan.
Untuk kondisi maritim, tinggi gelombang di sepanjang perairan Kaltim secara umum berada dalam kategori rendah dengan ketinggian maksimum mencapai 1,25 meter.


