Banner ADV

TPA Bontang Diprediksi Tak Lagi Optimal Dua Tahun ke Depan, DPRD Dorong TPS 3R Diperkuat

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Bontang, Muhammad Sahib. (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)
Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Bontang, Muhammad Sahib. (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

TPA Bontang Diprediksi Tak Lagi Optimal Dua Tahun ke Depan, DPRD Dorong TPS 3R Diperkuat

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Bontang, Muhammad Sahib. (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)
Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Bontang, Muhammad Sahib. (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

TPA Bontang Diprediksi Tak Lagi Optimal Dua Tahun ke Depan, DPRD Dorong TPS 3R Diperkuat

Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Bontang, Muhammad Sahib. (Foto: Lutfi Aziz/Pusaranmedia.com)

Reporter: Lutfi Aziz | Editor: Buniyamin

BONTANG – Persoalan kapasitas Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) menjadi perhatian DPRD Kota Bontang seiring meningkatnya produksi sampah setiap tahun. Pemerintah daerah dinilai perlu segera menyiapkan strategi pengelolaan sampah sebelum kapasitas TPA mencapai batas maksimal.

Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Bontang, Muhammad Sahib, mengatakan pemerintah tidak bisa terus bergantung pada TPA sebagai satu-satunya tempat akhir pembuangan sampah.

Menurutnya, kapasitas TPA Bontang diperkirakan tidak akan mampu bertahan dalam jangka panjang apabila peningkatan volume sampah tidak diimbangi dengan pengurangan sampah sejak dari sumbernya.

“Saya setuju bahwa dua tahun ke depan TPA tidak selalu berfungsi karena sudah maksimal. Bahkan kita harus mencari tempat alternatif yang lain karena diprediksi akan penuh,” ujar Sahib, Jumat (21/8/3026).

Ia menilai kondisi tersebut menjadi alasan kuat bagi pemerintah untuk mempercepat optimalisasi TPS 3R di berbagai wilayah. TPS 3R dinilai memiliki peran penting dalam mengurangi sampah yang masuk ke TPA karena sebagian sampah dapat dipilah, digunakan kembali, didaur ulang maupun diolah sebelum dibuang ke tempat pemrosesan akhir.

Namun, Sahib mengakui implementasi TPS 3R di Bontang hingga kini belum maksimal. Tingkat keberhasilannya, kata dia, masih berada di bawah 50 persen. “Untuk tingkat keberhasilan TPS 3R ini masih di bawah 50 persen. Jauh masih di bawah harapan,” katanya.

Selain persoalan kesadaran masyarakat, keterbatasan infrastruktur juga menjadi salah satu faktor yang membuat pengelolaan sampah belum optimal. “Kalau untuk infrastrukturnya di Kota Bontang, masih kurang. Harus diakui kita masih kurang,” tegasnya.

Sahib meminta Dinas Lingkungan Hidup (DLH) sebagai organisasi perangkat daerah yang menangani persampahan untuk menyusun langkah jangka panjang. Pemerintah perlu menghitung kebutuhan infrastruktur sekaligus menyiapkan alternatif apabila TPA yang ada tidak lagi mampu menampung peningkatan volume sampah.

Di sisi lain, ia menilai masyarakat harus mulai mengurangi sampah yang masuk ke TPA dengan melakukan pemilahan dari rumah.

Menurutnya, persoalan sampah tidak dapat diselesaikan hanya dengan menambah kapasitas tempat pembuangan. Pengurangan sampah harus dimulai dari sumbernya dan melibatkan masyarakat secara langsung.

“Kalau tidak, jujur saja nanti kita tidak bisa kendalikan sampah itu di Bontang,” pungkasnya. (Adv)