Air Baku Menyusut, Perumda AMDT PPU Kurangi Produksi Air Bersih WTP Lawe-Lawe

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Direktur Perumda AMDT PPU, Abdul Rasyid. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com)
Direktur Perumda AMDT PPU, Abdul Rasyid. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Air Baku Menyusut, Perumda AMDT PPU Kurangi Produksi Air Bersih WTP Lawe-Lawe

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Direktur Perumda AMDT PPU, Abdul Rasyid. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com)
Direktur Perumda AMDT PPU, Abdul Rasyid. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Air Baku Menyusut, Perumda AMDT PPU Kurangi Produksi Air Bersih WTP Lawe-Lawe 

Direktur Perumda AMDT PPU, Abdul Rasyid. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com)

Reporter: Adi Kade | Editor: Buniyamin 

PENAJAM - Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Danum Taka (AMDT) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) kembali mengurangi produksi air bersih lantaran air baku di Water Treatment Plant (WTP) Lawe-Lawe, Kelurahan Lawe-Lawe, Kecamatan Penajam mengalami penyusutan yang cukup drastis. 

Direktur Perumda AMDT PPU, Abdul Rasyid mengatakan, produksi air bersih Unit WTP Lawe-Lawe sempat kembali normal dengan dengan produksi air bersih 170 liter per detik di akhir Juli 2026, karena wilayah PPU sempat diguyur hujan deras. 

Namun memasuki Agustus 2026, persediaan air baku di Unit WTP Lawe-Lawe terus mengalami penyusutan akibat kemarau. Adanya penurunan pasokan air baku tersebut, Perumda AMDT mengurangi produksi air bersih sebesar 50 hingga 60 liter per detik. 

“WTP Lawe-Lawe saat ini yang dioperasikan hanya 110 liter per detik. Sedangkan WTP berkapasitas 50 liter per detik di Lawe-Lawe sudah kita hentikan sementara sejak seminggu yang lalu,” kata Abdul Rasyid, Jumat (21/8/2026). 

Ia menyatakan layanan air bersih kepada masyarakat Benuo Taka masih relatif aman. Tapi Perumda AMDT tetap menyiapkan skenario layanan air bersih secara bergilir untuk mengantisipasi krisis air baku. 

“Kalau kondisi seperti ini berlangsung lama, mau-tidak mau kita pakai skenario distribusi air bersih secara bergilir,” terangnya. 

Sementara Unit WTP Sepaku dan Unit WTP Waru produksinya tetap berjalan normal. Karena pasokan air baku diperkirakan masih aman selama satu bulan kedepan. 

“Secara umum pasokan air baku masih relatif aman untuk satu bulan kedepan kalau kondisi kemarau tidak bertambah ekstrem,” pungkasnya.