Warga di Lima Kecamatan Pedalaman Kutim Kini Lebih Dekat dengan Dokter Spesialis

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Timur, dr Yuwana Sri Kurniawati. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Timur, dr Yuwana Sri Kurniawati. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Warga di Lima Kecamatan Pedalaman Kutim Kini Lebih Dekat dengan Dokter Spesialis

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Timur, dr Yuwana Sri Kurniawati. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Timur, dr Yuwana Sri Kurniawati. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Warga di Lima Kecamatan Pedalaman Kutim Kini Lebih Dekat dengan Dokter Spesialis

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kutai Timur, dr Yuwana Sri Kurniawati. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)

Reporter: Siswandi | Editor: Buniyamin 

SANGATTA – Warga di wilayah pedalaman Kutai Timur (Kutim) kini tak lagi harus selalu menempuh perjalanan jauh untuk mendapatkan layanan dokter spesialis.

Sejak April 2026, RSUD Muara Bengkal telah diperkuat tujuh dokter spesialis yang melayani kebutuhan kesehatan masyarakat di lima kecamatan.

Kepala Dinas Kesehatan Kutim, dr Yuwana Sri Kurniawati mengatakan penambahan tenaga spesialis tersebut merupakan bagian dari penugasan khusus Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

“Alhamdulillah, sejak April kemarin sudah terpenuhi kebutuhan dokter spesialisnya, ada tujuh orang. Ini penugasan khusus dari provinsi,” ujar Yuwana.

Tujuh dokter spesialis tersebut ditempatkan untuk memperkuat pelayanan di RSUD Muara Bengkal. Rumah sakit itu menjadi salah satu fasilitas rujukan bagi masyarakat dari Kecamatan Muara Bengkal, Batu Ampar, Long Mesangat, Muara Ancalong dan Busang.

Dengan adanya tenaga spesialis, masyarakat dari lima kecamatan tersebut memiliki akses pelayanan kesehatan yang lebih dekat dibandingkan harus langsung menuju rumah sakit di wilayah lain. Tapi keberadaan dokter spesialis tidak berarti seluruh kondisi medis dapat ditangani di RSUD Muara Bengkal. 

Kasus yang membutuhkan fasilitas, peralatan atau penanganan lebih lanjut tetap akan dirujuk sesuai kondisi pasien. “Seandainya ada yang tidak bisa ditangani di rumah sakit Muara Bengkal, pastinya akan dirujuk ke rumah sakit terdekat,” kata Yuwana.

Kebijakan rujukan tersebut dilakukan untuk memastikan pasien mendapatkan penanganan sesuai kebutuhan medis.

Dengan demikian, RSUD Muara Bengkal tidak hanya menjadi tempat pelayanan awal, tetapi juga bagian dari sistem rujukan kesehatan bagi masyarakat di kawasan pedalaman Kutim.

Sebagai informasi, penguatan tenaga dokter spesialis di rumah sakit tersebut diharapkan dapat memperluas akses layanan kesehatan sekaligus mengurangi kebutuhan masyarakat untuk menempuh perjalanan jauh ketika membutuhkan pemeriksaan atau penanganan oleh dokter spesialis.