Banner ADV

Diskoperindag Berau Dorong Pelaku IKM Manfaatkan AI untuk Perluas Pasar

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Salah satu Pelaku IKM mulai memanfaatkan teknologi digital dan AI untuk mempromosikan produk lokal Berau. (Foto: Istimewa)
Salah satu Pelaku IKM mulai memanfaatkan teknologi digital dan AI untuk mempromosikan produk lokal Berau. (Foto: Istimewa)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Diskoperindag Berau Dorong Pelaku IKM Manfaatkan AI untuk Perluas Pasar

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Salah satu Pelaku IKM mulai memanfaatkan teknologi digital dan AI untuk mempromosikan produk lokal Berau. (Foto: Istimewa)
Salah satu Pelaku IKM mulai memanfaatkan teknologi digital dan AI untuk mempromosikan produk lokal Berau. (Foto: Istimewa)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Diskoperindag Berau Dorong Pelaku IKM Manfaatkan AI untuk Perluas Pasar

Salah satu Pelaku IKM mulai memanfaatkan teknologi digital dan AI untuk mempromosikan produk lokal Berau. (Foto: Istimewa)

Reporter: Nur Hidayah | Editor: Buniyamin

TANJUNG REDEB – Pemanfaatan teknologi digital mulai menjadi bagian dari strategi pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Kabupaten Berau dalam memperkenalkan produk mereka ke pasar yang lebih luas. 

Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau terus mendorong pelaku usaha agar tidak hanya mengandalkan pemasaran secara konvensional, tetapi mulai memanfaatkan teknologi, termasuk kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI).

Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita, mengatakan penggunaan teknologi di kalangan pelaku IKM saat ini mulai menunjukkan perkembangan.

Meski belum menyebutkan angka pasti jumlah pelaku usaha yang telah menggunakan AI, Eva menyebut pemanfaatan teknologi digital sudah mulai terlihat, khususnya pada IKM di wilayah perkotaan.

“Teman-teman IKM sekarang sudah mulai menggunakan AI sebagai sarana untuk mempromosikan produknya,” ujar Eva.

Menurutnya, perkembangan tersebut dapat dilihat dari aktivitas pemasaran pelaku IKM melalui berbagai platform digital seperti Instagram dan Facebook.

Media sosial kini tidak hanya digunakan untuk membangun keberadaan usaha, tetapi juga menjadi sarana untuk memperkenalkan produk kepada calon konsumen di luar wilayah Berau.

Eva mencontohkan salah satu IKM di Kecamatan Batu Putih yang bergerak dalam pengolahan produk berbahan ikan. Pelaku usaha tersebut dinilai telah mampu memanfaatkan teknologi dalam mengembangkan sekaligus mempromosikan produknya.

Perkembangan ini, menurut Eva, menjadi contoh bahwa digitalisasi dapat diterapkan oleh pelaku usaha di berbagai wilayah.

Namun, ia mengakui tidak seluruh pelaku IKM memiliki tingkat pemahaman teknologi yang sama. Karena itu, Diskoperindag secara bertahap memberikan pemahaman melalui berbagai pertemuan dan kegiatan yang melibatkan pelaku UMKM maupun IKM.

“Tidak semua teman-teman familiar dengan Information Technology (IT). Tetapi melalui beberapa kali pertemuan yang kita libatkan pelaku UMKM dan IKM, alhamdulillah sekarang sudah mulai diaplikasikan,” katanya.

Eva menambahkan, salah satu indikator pelaku IKM mulai beradaptasi dengan digitalisasi dapat dilihat dari pemanfaatan sistem pendataan berbasis digital yang digunakan dalam pembinaan industri. Penggunaan sistem tersebut mengharuskan pelaku usaha mengikuti proses secara digital sehingga secara tidak langsung mendorong mereka semakin terbiasa dengan teknologi.

Diskoperindag Berau pun memastikan dorongan terhadap transformasi digital akan terus dilakukan. Selain membantu pemasaran, penguasaan teknologi diharapkan mampu membuat produk IKM Berau semakin dikenal, memiliki jangkauan pasar lebih luas, dan meningkatkan daya saing pelaku usaha di tengah perkembangan ekonomi digital. (Adv)