Fenomena Pengaruh El Nino, BMKG Nunukan Ingatkan Warga Waspadai Hujan Petir

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kepala BMKG Nunukan William Sinaga. (Foto: Diansyah/Pusaranmedia.com)
Kepala BMKG Nunukan William Sinaga. (Foto: Diansyah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Fenomena Pengaruh El Nino, BMKG Nunukan Ingatkan Warga Waspadai Hujan Petir

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kepala BMKG Nunukan William Sinaga. (Foto: Diansyah/Pusaranmedia.com)
Kepala BMKG Nunukan William Sinaga. (Foto: Diansyah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Fenomena Pengaruh El Nino, BMKG Nunukan Ingatkan Warga Waspadai Hujan Petir 

Kepala BMKG Nunukan William Sinaga. (Foto: Diansyah/Pusaranmedia.com)

Reporter: Diansyah | Editor: Bambang Irawan

NUNUKAN – Fenomena El Nino yang memengaruhi kondisi atmosfer tidak berarti Kabupaten Nunukan akan sepenuhnya terbebas dari hujan. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Nunukan justru mengingatkan masyarakat untuk tetap mencermati perubahan cuaca yang dapat terjadi secara lokal.

Meskipun curah hujan di wilayah Nunukan masih berada pada kategori rendah hingga menengah, peluang terjadinya hujan tetap terbuka. Bahkan, dalam prakiraan cuaca 22–24 Agustus 2026, sejumlah wilayah berpotensi mengalami hujan disertai petir pada dini hari.

Kepala BMKG Nunukan William Sinaga, menjelaskan bahwa kondisi atmosfer saat ini masih memungkinkan terbentuknya awan hujan di sejumlah wilayah.

“Curah hujan masih ada, namun secara umum masih dalam kategori rendah sampai menengah. Hujan juga bisa terjadi secara lokal,” ujar William.

Menurutnya, pengaruh El Nino tidak serta-merta menghilangkan potensi hujan di seluruh wilayah Nunukan. Dinamika atmosfer lainnya tetap dapat memicu pertumbuhan awan konvektif yang kemudian menghasilkan hujan di wilayah tertentu.

Kondisi tersebut membuat masyarakat perlu memahami bahwa cuaca dapat berbeda antara satu wilayah dengan wilayah lainnya. Ketika sebagian kawasan mengalami cuaca berawan atau relatif kering, wilayah lain masih dapat diguyur hujan, termasuk hujan dengan intensitas yang disertai petir.

Berdasarkan prakiraan BMKG Nunukan, cuaca pada 22–24 Agustus secara umum didominasi kondisi berawan. Namun, potensi hujan disertai petir diperkirakan muncul pada Minggu (23/8/2026), terutama di Kecamatan Nunukan, Nunukan Selatan, Sebatik, Sebatik Timur, Sebatik Utara dan Sebatik Tengah.

Potensi cuaca tersebut perlu diantisipasi, khususnya oleh masyarakat yang melakukan perjalanan atau beraktivitas di luar ruangan pada malam hingga dini hari. Hujan yang muncul secara lokal juga dapat menyebabkan perubahan kondisi jalan dan jarak pandang dalam waktu relatif singkat.

BMKG mengimbau masyarakat agar tidak hanya mengandalkan kondisi cuaca saat ini dalam menentukan aktivitas. Informasi prakiraan dan peringatan dini perlu dipantau secara berkala karena kondisi atmosfer dapat berubah sewaktu-waktu.

Untuk periode 22–30 Agustus 2026, BMKG memprakirakan kondisi berawan di seluruh kecamatan di Kabupaten Nunukan. Namun, prakiraan tersebut merupakan gambaran umum dan bukan kondisi yang bersifat tetap. Perubahan dinamika atmosfer dapat memengaruhi kondisi cuaca aktual di lapangan.

Dia juga meminta masyarakat tidak menyikapi fenomena El Nino secara berlebihan. Menurutnya, hal yang lebih penting adalah meningkatkan kewaspadaan serta menyesuaikan kegiatan dengan perkembangan cuaca.

Di sisi lain, rendahnya curah hujan tetap menjadi perhatian karena kondisi yang lebih kering dapat meningkatkan potensi munculnya titik panas atau hotspot. Jika tidak diantisipasi, kondisi tersebut dapat berkembang menjadi kebakaran hutan dan lahan yang berpotensi menurunkan kualitas udara.

Karena itu, masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran secara sembarangan, terutama ketika kondisi lingkungan dan vegetasi berada dalam keadaan kering. Pencegahan sejak dini dinilai penting untuk mengurangi risiko kebakaran yang dapat meluas.

BMKG Nunukan menekankan bahwa informasi cuaca bersifat dinamis dan terus diperbarui berdasarkan perkembangan atmosfer. Masyarakat karena itu diharapkan mengikuti informasi terbaru BMKG, termasuk apabila terdapat perubahan prakiraan maupun penerbitan peringatan dini.