Bupati Nunukan Jajaki Jalur Pelayaran langsung Surabaya - Nunukan untuk Pangkas Biaya Logistik

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
3 menit baca
KM Dharma Kencana V. (Foto: Managemen Dharma Kencana V)
KM Dharma Kencana V. (Foto: Managemen Dharma Kencana V)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Bupati Nunukan Jajaki Jalur Pelayaran langsung Surabaya - Nunukan untuk Pangkas Biaya Logistik

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
3 menit baca
KM Dharma Kencana V. (Foto: Managemen Dharma Kencana V)
KM Dharma Kencana V. (Foto: Managemen Dharma Kencana V)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Bupati Nunukan Jajaki Jalur Pelayaran langsung Surabaya - Nunukan untuk Pangkas Biaya Logistik

KM Dharma Kencana V. (Foto: Managemen Dharma Kencana V)

Reporter: Diansyah | Editor: Bambang Irawan

NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkan) Nunukan terus mencari terobosan untuk memperkuat konektivitas sekaligus menekan tingginya biaya logistik yang masih menjadi salah satu tantangan pembangunan di wilayah perbatasan.

Bupati Nunukan H Irwan Sabri melalui Kepala Badan Pengelola Perbatasan Daerah (BPPD) Nunukan membuka komunikasi bersama manajemen Kapal Ferry Dharma Kencana V untuk menjajaki kemungkinan pengembangan jalur pelayaran langsung Surabaya–Nunukan maupun Nunukan–Surabaya.

Penjajakan tersebut tidak sekadar diarahkan pada penambahan pilihan moda transportasi laut. Bagi Pemkab Nunukan, terbukanya jalur pelayaran langsung dari pusat distribusi di Pulau Jawa menuju Nunukan dapat menjadi bagian penting dari strategi memangkas rantai pasok, mempercepat arus barang, sekaligus menciptakan efisiensi biaya logistik.

Kepala BPPD Nunukan, Robby Nahak Serang, mengatakan langkah Bupati Nunukan tersebut merupakan bagian dari upaya membuka akses seluas-luasnya bagi daerah, khususnya dalam memperkuat konektivitas dengan pusat perdagangan dan distribusi nasional.

“Yang menjadi perhatian Bupati adalah bagaimana konektivitas ini bisa memberikan dampak langsung terhadap masyarakat, terutama dari sisi biaya dan kecepatan distribusi barang,” kata Robby.

Menurutnya, Nunukan memiliki karakteristik geografis sebagai daerah perbatasan dan kepulauan yang membuat persoalan konektivitas memiliki dampak langsung terhadap harga barang. Semakin panjang mata rantai distribusi, semakin besar pula beban biaya angkutan yang pada akhirnya dapat dibebankan kepada masyarakat dan pelaku usaha.

Karena itu, jalur pelayaran langsung Surabaya–Nunukan dinilai memiliki nilai strategis. Surabaya merupakan salah satu pusat perdagangan dan distribusi utama di Indonesia, sementara Nunukan membutuhkan pasokan berbagai komoditas dari Pulau Jawa untuk memenuhi kebutuhan masyarakat maupun menunjang kegiatan ekonomi daerah.

Dengan adanya konektivitas langsung, pemerintah daerah berharap distribusi barang dapat berlangsung lebih efisien tanpa harus melalui terlalu banyak titik transit. Efisiensi tersebut diharapkan tidak hanya mempercepat waktu pengiriman, tetapi juga membuka peluang penurunan biaya angkutan.

Dampaknya dapat dirasakan pada berbagai sektor. Bukan hanya kebutuhan pokok masyarakat, tetapi juga komoditas penunjang produksi seperti pupuk, pakan ternak, sarana pertanian, serta kebutuhan usaha lainnya yang selama ini membutuhkan biaya distribusi cukup besar untuk sampai ke Nunukan.

“Pakan ternak, pupuk, dan kebutuhan usaha masyarakat lainnya juga menjadi perhatian. Kalau distribusinya lebih cepat dan biaya angkutnya lebih murah, tentu akan memberikan dampak terhadap biaya produksi masyarakat,” jelas Robby.

Bagi Bupati Nunukan, penguatan konektivitas laut tersebut juga berkaitan erat dengan upaya membangun struktur ekonomi daerah yang lebih kompetitif. Akses transportasi yang terbuka dan efisien akan memberikan ruang yang lebih besar bagi pelaku usaha Nunukan untuk memperoleh bahan baku, mendatangkan kebutuhan produksi, sekaligus memasarkan produk daerah ke luar wilayah.

Posisi Nunukan sebagai daerah perbatasan tidak boleh hanya dipandang sebagai wilayah terluar, tetapi harus diubah menjadi keunggulan geografis. Salah satu syarat untuk mewujudkannya adalah tersedianya konektivitas yang mampu menghubungkan Nunukan dengan pusat-pusat ekonomi nasional secara lebih cepat dan efisien.

Karena itu, komunikasi yang dibangun Bupati Nunukan dengan manajemen Kapal Ferry Dharma Kencana V menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah mencari alternatif nyata terhadap persoalan konektivitas. Pemerintah tidak ingin hanya menunggu terbentuknya jaringan transportasi, tetapi aktif menjajaki peluang kerja sama dan membuka kemungkinan hadirnya rute baru yang memberikan manfaat ekonomi bagi daerah.

“Prinsipnya, pemerintah daerah ingin membuka sebanyak mungkin akses. Kalau konektivitas semakin baik, distribusi barang semakin lancar, biaya semakin efisien, maka yang merasakan manfaatnya bukan hanya pemerintah, tetapi masyarakat dan pelaku usaha,” pungkasnya.