Krisis Air Baku akiibat Kemarau, Dua Unit WTP Perumda AMDT PPU Terancam Berhenti Operasi

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Direktur Perumda AMDT PPU, Abdul Rasyid. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com)
Direktur Perumda AMDT PPU, Abdul Rasyid. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Krisis Air Baku akiibat Kemarau, Dua Unit WTP Perumda AMDT PPU Terancam Berhenti Operasi

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Direktur Perumda AMDT PPU, Abdul Rasyid. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com)
Direktur Perumda AMDT PPU, Abdul Rasyid. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Krisis Air Baku akiibat Kemarau, Dua Unit WTP Perumda AMDT PPU Terancam Berhenti Operasi 

Direktur Perumda AMDT PPU, Abdul Rasyid. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com)

Reporter: Adi Kade | Editor: Bambang Irawan 

PENAJAM - Dua unit Water Treatment Plant (WTP) milik Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Danum Taka (AMDT) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terancam berhenti beroperasi akibat krisis air baku di musim kemarau. 

Direktur Perumda AMDT PPU, Abdul Rasyid mengatakan, Unit WTP Babulu, Kecamatan Babulu dan Unit WTP Sotek di Kelurahan Sotek, Kecamatan Penajam rentan berhenti beroperasi. Karena, Embung Sotek dan Waduk Babulu yang menjadi sumber air baku telah mengalami penurunan debit air yang cukup drastis akibat kemarau. 

“Kalau tidak turun hujan dalam waktu dekat ini, WTP Babulu dan Sotek akan berhenti beroperasi. Karena, debit air yang ada saat ini telah turun drastis,” kata Abdul Rasyid, Minggu (23/8/2026). 

Abdul Rasyid mengungkapkan, WTP Sotek pernah berhenti beroperasi saat musim kemarau 2023. Pada saat itu, Embung Sotek mengalami penyusutan hingga 80 persen. 

“WTP Sotek pernah berhenti beroperasi di 2023 karena mengalami krisis air baku,” ujarnya. 

Abdul Rasyid menyatakan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) PPU telah menyiapkan mobil tangki untuk mengantisipasi wilayah yang mengalami krisis air baku akibat kemarau. 

“Pemerintah daerah telah menyiapkan armada untuk mendistribusikan air bersih ke wilayah permukiman yang terdampak kekeringan. Beberapa hari terakhir ini, BPBD bersama perusahaan swasta telah mendistribusikan air bersih di ke masyarakat di wilayah Kecamatan Sepaku,” terangnya. 

Sementara WTP Waru, Lawe-Lawe, Maridan dan Sepaku masih memiliki pasokan air baku untuk menopang kebutuhan masyarakat. Namun, sumber air baku di empat WTP ini pun telah mengalami penyusutan. 

“Kalau di WTP Lawe-Lawe sudah dikurangi produksinya dari 170 menjadi 110 liter per detik. Secara umum, kami perkirakan stok air baku masih bisa bertahan hingga satu bulan kedepan,” pungkasnya.