Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Bambang Irawan
BALIKPAPAN - SKK Migas dan Polda Kalimantan Timur (Kaltim) memperkuat sinergi dalam menjaga keamanan dan kelancaran kegiatan usaha hulu Minyak dan Gas Bumi (Migas) di wilayah Kaltim.
Penguatan kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Bantuan Pengamanan dan Penegakan Hukum pada Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi untuk Wilayah Kerja di Provinsi Kaltim dan Kilang LNG Badak.
PKS tersebut ditandatangani Deputi Dukungan Bisnis SKK Migas Eka Bhayu Setta dan Kapolda Kaltim Irjen Pol Endar Priantoro.
Kegiatan itu turut dihadiri jajaran Pejabat Utama Polda Kaltim, Pengawas Internal SKK Migas Irjen Pol Ibnu Suhaendra, Kepala Divisi Formalitas SKK Migas George Nicolas Marsahala Simanjuntak, Kepala Perwakilan SKK Migas Kalimantan dan Sulawesi Haryanto Syafri, serta General Manager/Pimpinan KKKS di wilayah Kaltim.
Kerja sama tersebut merupakan kelanjutan dari sinergi yang telah terjalin antara SKK Migas dan Polda Kaltim. PKS berlaku selama dua tahun, mulai 1 Januari 2027 hingga 31 Desember 2028.
Pengawas Internal SKK Migas, Irjen Pol Ibnu Suhaendra mengapresiasi dukungan Polda Kaltim dalam menjaga keamanan kegiatan operasional hulu migas.
Menurutnya, dukungan pengamanan menjadi salah satu faktor penting agar kegiatan operasional hulu migas di Kaltim dapat berlangsung aman dan lancar.
Sementara Deputi Dukungan Bisnis SKK Migas yang diwakili Kepala Divisi Formalitas SKK Migas, George Nicolas Marsahala Simanjuntak mengatakan kerja sama tersebut diharapkan memperkuat hubungan kelembagaan dan efektivitas koordinasi antara SKK Migas, Polda Kaltim dan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS).
"Penguatan koordinasi, pertukaran informasi, peningkatan kesiapsiagaan, serta penanganan potensi gangguan secara profesional menjadi bagian penting dalam implementasi kerja sama ini," ujar George dalam keterangan rilisnya, Minggu (23/8/2026).
Sebagai bentuk implementasi kerja sama, Polda Kaltim menyiapkan 62 personel untuk pengamanan rutin Objek Vital Nasional (Obvitnas) pada tujuh wilayah operasi migas.
Ketujuh wilayah tersebut meliputi PT Pertamina Hulu Mahakam, PT Pertamina EP Field Sangatta, PT Pertamina EP Field Sangasanga, PT Pertamina Hulu Sanga Sanga, PT Pertamina Hulu Kalimantan Timur, Eni Muara Bakau B.V., dan PT Badak NGL.
Selain personel pengamanan rutin, Polda Kaltim juga menyiapkan personel cadangan atau kontinjensi yang dapat dimobilisasi sesuai dinamika dan kebutuhan di lapangan.
Kapolda Kaltim, Irjen Pol Endar Priantoro menegaskan jajaran kepolisian siap memberikan rasa aman bagi seluruh kegiatan operasional hulu migas di Kaltim.
"Polda Kaltim hadir untuk memberikan rasa aman bagi seluruh kegiatan operasional hulu migas di Kaltim. Sejalan dengan program strategis Kapolri dan amanat Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2026 terkait pengamanan Obvitnas, jajaran Polda hingga Polsek di wilayah Kaltim siap mendukung kegiatan Obvitnas hulu migas untuk mencapai target lifting migas yang telah ditetapkan pemerintah," tegas Irjen Pol Endar.
Ia juga meminta berbagai persoalan yang muncul di lapangan disikapi secara profesional dengan mengedepankan kearifan lokal dan penyelesaian melalui mekanisme hukum yang berlaku.
Menurutnya, komunikasi dan koordinasi antara petugas pengamanan dengan manajemen KKKS perlu terus diperkuat dan dilandasi rasa saling percaya.
Dukungan biaya pengamanan disalurkan secara transparan sebagai Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sesuai PP Nomor 58 Tahun 2020. Penerimaan tersebut nantinya berkontribusi langsung terhadap kas negara.
Kepala Perwakilan SKK Migas Kalimantan dan Sulawesi, Haryanto Syafri turut menyampaikan apresiasi atas dukungan Polda Kaltim dalam menjamin keamanan dan kelancaran operasional hulu migas.
Ia berharap penguatan kerja sama tersebut dapat menciptakan lingkungan operasional hulu migas yang aman dan kondusif.
Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu faktor pendukung untuk mewujudkan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam mewujudkan swasembada energi.
Dengan keamanan yang terjaga, kegiatan usaha hulu migas di Kaltim diharapkan dapat berjalan optimal, sekaligus memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah, penerimaan negara dan ketahanan energi nasional.
Kaltim sendiri memiliki posisi strategis dalam perekonomian nasional serta perkembangan industri energi, sehingga keberlangsungan kegiatan hulu migas menjadi bagian penting dalam mendukung kebutuhan energi nasional.


