Banner ADV

Diskoperindag Berau Dorong Warga Eka Sapta Jadikan Jagung Bernilai Jual Lebih

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Foto bersama usai Pelatihan Pengolahan Jagung bagi pelaku UMKM di Kampung Eka Sapta. (Foto: Diskoperindag Berau)
Foto bersama usai Pelatihan Pengolahan Jagung bagi pelaku UMKM di Kampung Eka Sapta. (Foto: Diskoperindag Berau)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Diskoperindag Berau Dorong Warga Eka Sapta Jadikan Jagung Bernilai Jual Lebih

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Foto bersama usai Pelatihan Pengolahan Jagung bagi pelaku UMKM di Kampung Eka Sapta. (Foto: Diskoperindag Berau)
Foto bersama usai Pelatihan Pengolahan Jagung bagi pelaku UMKM di Kampung Eka Sapta. (Foto: Diskoperindag Berau)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Diskoperindag Berau Dorong Warga Eka Sapta Jadikan Jagung Bernilai Jual Lebih

Foto bersama usai Pelatihan Pengolahan Jagung bagi pelaku UMKM di Kampung Eka Sapta. (Foto: Diskoperindag Berau)

Reporter : Nur Hidayah | Editor : Bambang Irawan

TANJUNG REDEB – Pemerintah Kabupaten Berau melalui Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) terus mendorong pengembangan komoditas pertanian tidak berhenti pada hasil panen, tetapi dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi.

Salah satu langkah yang dilakukan yakni melalui pelatihan pengolahan jagung yang dipusatkan di Kampung Eka Sapta, Kecamatan Talisayan. Kegiatan tersebut diikuti sebanyak 20 peserta yang seluruhnya merupakan masyarakat Kampung Eka Sapta.

Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita, mengatakan pelatihan tersebut menjadi bagian dari tindak lanjut program hilirisasi komoditas unggulan daerah. Menurutnya, jagung merupakan salah satu komoditas potensial Berau, selain kakao dan kelapa dalam.

“Jagung merupakan salah satu komoditas unggulan Kabupaten Berau. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari program hilirisasi untuk jagung,” ujar Eva.

Pemilihan Kampung Eka Sapta sebagai lokasi pelatihan bukan tanpa alasan. Wilayah tersebut dinilai memiliki produksi jagung yang cukup besar sehingga memiliki potensi untuk dikembangkan lebih jauh, khususnya melalui pengolahan hasil panen.

“Eka Sapta merupakan salah satu kampung yang hasil jagungnya cukup banyak, sehingga kami menentukan lokasi pelatihan di sana,” jelasnya.

Eva berharap ilmu yang diperoleh peserta dapat diterapkan dan dikembangkan di tengah masyarakat. Tidak hanya menjual jagung dalam bentuk hasil panen, masyarakat diharapkan mampu menciptakan berbagai produk olahan yang memiliki nilai jual lebih tinggi.

“Harapan kami, masyarakat Eka Sapta bisa memanfaatkan ilmu dari pelatihan ini untuk mengolah jagung menjadi produk yang bernilai jual tinggi,” katanya.

Pengolahan tersebut nantinya dapat diarahkan pada berbagai produk pangan, seperti kue dan roti berbahan dasar jagung. Dengan demikian, hasil pertanian lokal tidak hanya menjadi bahan mentah, tetapi dapat berkembang menjadi produk usaha yang membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat.

Upaya ini sekaligus diharapkan memperkuat peran masyarakat dalam rantai hilirisasi komoditas pertanian di Berau. Diskoperindag mendorong agar potensi bahan baku lokal dapat terus dikembangkan menjadi produk unggulan yang memiliki daya saing dan peluang pasar lebih luas. (Adv)