Banner ADV

Air Sungai Lesan Surut, Akses Wisata Danau Nyadeng dan Puncak Ketepu Merabu Ditutup Sementara

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Wisata Danau Nyadeng, Kampung Merabu. (Foto: Kampung Merabu)
Wisata Danau Nyadeng, Kampung Merabu. (Foto: Kampung Merabu)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Air Sungai Lesan Surut, Akses Wisata Danau Nyadeng dan Puncak Ketepu Merabu Ditutup Sementara

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Wisata Danau Nyadeng, Kampung Merabu. (Foto: Kampung Merabu)
Wisata Danau Nyadeng, Kampung Merabu. (Foto: Kampung Merabu)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Air Sungai Lesan Surut, Akses Wisata Danau Nyadeng dan Puncak Ketepu Merabu Ditutup Sementara

Wisata Danau Nyadeng, Kampung Merabu. (Foto: Kampung Merabu)

Reporter : Nur Hidayah | Editor : Bambang Irawan

TANJUNG REDEB – Musim kemarau mulai berdampak pada aktivitas wisata di Kampung Merabu, Kecamatan Kelay, Kabupaten Berau. Debit air Sungai Lesan yang terus menyusut membuat akses menuju sejumlah destinasi wisata mengalami kendala.

Kondisi tersebut membuat pengelola wisata Kampung Merabu memutuskan menutup sementara akses menuju Danau Nyadeng dan Puncak Ketepu. Penutupan dilakukan sebagai langkah antisipasi untuk menjaga keselamatan dan kenyamanan wisatawan.

Surutnya Sungai Lesan membuat perjalanan menuju dua destinasi tersebut menjadi lebih sulit dibandingkan kondisi normal. Wisatawan juga diminta tidak memaksakan perjalanan selama kondisi akses belum memungkinkan.

Kepala Kampung Merabu, Asrani menyampaikan, kondisi debit air sungai saat ini memang cukup surut akibat musim kemarau. Meski demikian, pihaknya berharap hujan masih turun untuk membantu menaikkan kembali debit air sekaligus mengurangi risiko kebakaran hutan.

“Kalau kemarau seperti ini, kami berharap masih ada hujan turun. Selain untuk kondisi air, juga untuk menghindari terjadinya kebakaran hutan,” ujarnya.

Menurutnya, penutupan tersebut bukan berarti kegiatan wisata di Kampung Merabu berhenti sepenuhnya. Kebijakan ini lebih diarahkan sebagai langkah sementara hingga kondisi alam kembali mendukung perjalanan menuju Danau Nyadeng dan Puncak Ketepu.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau, Yudha Budisantosa, mengatakan keselamatan wisatawan harus menjadi pertimbangan utama dalam pengelolaan destinasi, terlebih ketika kondisi alam mengalami perubahan akibat musim kemarau.

“Kalau kondisi akses belum memungkinkan, jangan dipaksakan. Keselamatan wisatawan menjadi yang utama, dan kami berharap kondisi alam segera kembali normal sehingga aktivitas wisata bisa dibuka kembali,” ujarnya.

Ia menilai penutupan sementara juga menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas pengalaman wisatawan. Menurutnya, destinasi wisata berbasis alam sangat bergantung pada kondisi lingkungan, sehingga pengelola perlu menyesuaikan aktivitas dengan situasi di lapangan.

Pihak kampung pun mengimbau wisatawan untuk bersabar dan menunggu hingga akses kembali aman. Keindahan alam Merabu diharapkan tetap dapat dinikmati wisatawan pada waktu yang lebih tepat, tanpa mengabaikan faktor keselamatan.

“Keselamatan dan kenyamanan tamu menjadi prioritas kami. Kami mohon pengertian wisatawan dan berharap bisa kembali menerima kunjungan ketika kondisi sudah memungkinkan,” pungkas Asrani. (Adv)