Paskibraka Kutim Diusulkan Dapat Beasiswa sebagai Bentuk Penghargaan Pemkab

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Harnawati siswi SMK 1 Kombeng usia 17 tahun (tengah) saat pembawa baki bendera merah putih di halaman kantor Bupati Kutim. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)
Harnawati siswi SMK 1 Kombeng usia 17 tahun (tengah) saat pembawa baki bendera merah putih di halaman kantor Bupati Kutim. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Paskibraka Kutim Diusulkan Dapat Beasiswa sebagai Bentuk Penghargaan Pemkab

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Harnawati siswi SMK 1 Kombeng usia 17 tahun (tengah) saat pembawa baki bendera merah putih di halaman kantor Bupati Kutim. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)
Harnawati siswi SMK 1 Kombeng usia 17 tahun (tengah) saat pembawa baki bendera merah putih di halaman kantor Bupati Kutim. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Paskibraka Kutim Diusulkan Dapat Beasiswa sebagai Bentuk Penghargaan Pemkab

Harnawati siswi SMK 1 Kombeng usia 17 tahun (tengah) saat pembawa baki bendera merah putih di halaman kantor Bupati Kutim. (Foto: Siswandi/Pusaranmedia.com)

Reporter: Siswandi | Editor: Bambang Irawan 

SANGATTA – Perjuangan pelajar Kutai Timur (Kutim) yang tergabung dalam Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) mendapat perhatian Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kutim. 

Mereka diminta mendapat perhatian khusus dalam penyaluran Beasiswa Stimulan Kutim 2026.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Kabupaten Kutim, Norhadi, meminta operator sekolah memastikan anggota Paskibraka tidak terlewat dalam proses pengajuan program beasiswa tersebut.

“Saya minta dengan operator nanti wajib dapat itu. Karena itulah salah satu penghargaan kita,” ujar Norhadi saat sosialisasi Beasiswa Stimulan Kutim 2026.

Menurut Norhadi, perhatian tersebut merupakan bentuk penghargaan atas proses panjang yang dijalani anggota Paskibraka selama persiapan hingga pelaksanaan tugas. 

Mereka harus menjalani latihan intensif sebelum dipercaya mengemban tugas dalam upacara.

“Kalau kita hitung-hitung latihan Paskib itu kan tidak sebanding dengan apa yang diperoleh. Ini kita hanya membantu sedikit,” katanya.

Norhadi menjelaskan, Beasiswa Stimulan Kutim tidak hanya menyasar siswa yang memiliki prestasi akademik maupun nonakademik.

Program tersebut juga diperuntukkan bagi pelajar yang berasal dari keluarga kurang mampu.

Selain Beasiswa Stimulan, pemerintah juga membuka akses bantuan pendidikan melalui Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) bagi siswa yang berada dalam kondisi ekonomi sangat sulit.

Menurutnya, bantuan tersebut dapat dimanfaatkan pelajar yang benar-benar mengalami keterbatasan biaya tetapi tetap ingin melanjutkan pendidikan, termasuk pada jenjang SMA.

“Yang jelas yang benar-benar tidak mampu mau sekolah,” jelasnya.

Norhadi mengatakan, berbagai skema bantuan pendidikan tersebut merupakan bagian dari upaya pemerintah memperluas akses pendidikan bagi masyarakat Kutim.

Ia berharap persoalan biaya tidak lagi menjadi alasan bagi anak-anak di Kutim untuk berhenti sekolah.

“Kami berharap supaya tidak ada lagi anak-anak kita yang tidak sekolah. Wajib sekolah, wajib tahu pengetahuan,” ucapnya.

Ia menilai keberlanjutan pendidikan penting karena generasi muda saat ini akan menjadi bagian yang meneruskan pembangunan daerah pada masa mendatang.

“Siapa lagi yang meneruskan generasi-generasi yang akan datang tanpa ada dari anak-anak muda sekarang. Semuanya sudah kita fasilitasi,” pungkasnya.