Ada Demo Sopir Truk, Arus Kendaraan Menuju Balai Kota Samarinda Dialihkan Sementara

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Ratusan truk menutupi jalan menuju Balai Kota Samarinda, buntut pembatasan kupon subsidi. (Foto: Herdi/Pusaranmedia.com).
Ratusan truk menutupi jalan menuju Balai Kota Samarinda, buntut pembatasan kupon subsidi. (Foto: Herdi/Pusaranmedia.com).

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Ada Demo Sopir Truk, Arus Kendaraan Menuju Balai Kota Samarinda Dialihkan Sementara

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Ratusan truk menutupi jalan menuju Balai Kota Samarinda, buntut pembatasan kupon subsidi. (Foto: Herdi/Pusaranmedia.com).
Ratusan truk menutupi jalan menuju Balai Kota Samarinda, buntut pembatasan kupon subsidi. (Foto: Herdi/Pusaranmedia.com).

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Ada Demo Sopir Truk, Arus Kendaraan Menuju Balai Kota Samarinda Dialihkan Sementara 

Ratusan truk menutupi jalan menuju Balai Kota Samarinda, buntut pembatasan kupon subsidi. (Foto: Herdi/Pusaranmedia.com).

Reporter : Herdiansyah l Editor : Bambang Irawan 

SAMARINDA – Ratusan unit truk yang tergabung dalam Forum Gerakan Sopir Samarinda (FGSS) menggelar aksi demonstrasi di sejumlah ruas jalan Kota Samarinda, Senin (24/8/2026).

Aksi tersebut dilakukan sebagai bentuk penolakan terhadap kebijakan Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda terkait pembatasan kupon subsidi yang disebut akan mulai diberlakukan pada 1 September 2026.

Ketua FGSS, Achmad Hasan, mengatakan kebijakan tersebut berpotensi mengancam mata pencaharian para sopir truk. Sehingga, mereka turun ke jalan dan menyampaikan aspirasi secara bersama-sama.

Dalam aksi tersebut, sejumlah sopir membentangkan spanduk yang digantung pada kendaraan mereka.

Salah satu spanduk bertuliskan,“Jangan jadi pemimpin yang tolol, ingat gaji kalian dari pajak. Aturan taii.”

Para sopir menilai kebijakan pembatasan subsidi dapat berdampak langsung terhadap aktivitas operasional dan penghasilan mereka.

“Kalau begini terus kebijakan daerah, bisa mengancam mata pencarian kami sebagai sopir,” tegas Achmad Hasan.

Aksi ratusan truk itu turut berdampak terhadap arus lalu lintas di kawasan pusat Kota Samarinda. Sejumlah ruas jalan dialihkan, mulai dari Simpang Tiga Lembuswana hingga Jalan Kesuma Bangsa atau jalur menuju Balai Kota Samarinda.

FGSS menyebut aksi tersebut merupakan bentuk penyampaian aspirasi para sopir terkait kebijakan subsidi yang dinilai berpotensi memberatkan dan berdampak langsung terhadap keberlangsungan pekerjaan mereka.

Para sopir berharap pemerintah daerah dan Dishub Kota Samarinda dapat meninjau kembali rencana pembatasan kupon subsidi tersebut sebelum resmi diberlakukan pada 1 September 2026.