Lima SPBU Tambahan Bukan Tambah Kuota, Pertamina Sebut untuk Pecah Antrean BBM di Balikpapan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Sales Area Manager Retail Kaltimtara Patra Niaga Regional Kalimantan, Narotama Aulia Fahjri. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)
Sales Area Manager Retail Kaltimtara Patra Niaga Regional Kalimantan, Narotama Aulia Fahjri. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Lima SPBU Tambahan Bukan Tambah Kuota, Pertamina Sebut untuk Pecah Antrean BBM di Balikpapan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Sales Area Manager Retail Kaltimtara Patra Niaga Regional Kalimantan, Narotama Aulia Fahjri. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)
Sales Area Manager Retail Kaltimtara Patra Niaga Regional Kalimantan, Narotama Aulia Fahjri. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Lima SPBU Tambahan Bukan Tambah Kuota, Pertamina Sebut untuk Pecah Antrean BBM di Balikpapan

Sales Area Manager Retail Kaltimtara Patra Niaga Regional Kalimantan, Narotama Aulia Fahjri. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Bambang Irawan

BALIKPAPAN - Penambahan lima SPBU untuk pelayanan Pertalite khusus kendaraan roda dua di Balikpapan bukan berarti langsung menambah kuota BBM bersubsidi.

Sales Area Manager Retail Kaltimtara Patra Niaga Regional Kalimantan, Narotama Aulia Fahjri mengatakan lima SPBU tersebut pada tahap awal kemungkinan masih menggunakan kuota yang sama. Penambahan kuota masih menunggu keputusan BPH Migas.

"Untuk jalan awal, mungkin kita nanti pakai kuota yang sama dulu. Setelah ada keputusannya dari BPH Migas," kata Tama sapaannya, Senin (24/8/2026).

Menurutnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan telah mengusulkan penambahan kuota Pertalite maupun Biosolar kepada BPH Migas. 

Seperti diketahui, usulan tersebut untuk Biosolar sebanyak 5.453 kiloliter (KL) dan Pertalite sebanyak 125.171 KL.

Pertamina berharap usulan tersebut disetujui sehingga ketersediaan BBM bersubsidi tetap aman.

"Pemerintah Kota Balikpapan juga sudah membuat surat yang meminta penambahan kuota ke BPH Migas, baik penambahan kuota Bio Solar maupun penambahan kuota Pertalite," ujarnya.

Ia mengungkapkan, kuota Pertalite yang tersedia saat ini sebenarnya sudah mengalami kelebihan penyaluran atau over, meski masih dapat ditutupi hingga saat ini.

"Kuota Pertalite kita memang over, tapi masih bisa tercover," jelasnya.

Di sisi lain, Pertamina menyebut pembukaan titik pelayanan baru lebih ditujukan untuk memecah konsentrasi antrean, bukan sekadar menambah lokasi pengisian.

Tama menjelaskan, sejumlah antrean selama ini terkonsentrasi di SPBU tertentu karena kendaraan dari wilayah lain ikut mengisi di lokasi tersebut.

Salah satunya antrean kendaraan roda dua di kawasan Stalkuda dan Sepinggan yang disebut banyak berasal dari masyarakat Balikpapan Timur.

Dengan adanya titik pelayanan di Balikpapan Timur, antrean tersebut diharapkan dapat terbagi.

"Tujuannya memecah antrean. Dari titik-titik yang ada, dipecah," katanya.

Pola serupa diterapkan untuk mengurai antrean di kawasan Karang Anyar. Pertamina menyiapkan pelayanan di SPBU Kebun Sayur untuk membagi konsentrasi kendaraan yang selama ini menumpuk.

Kemudian, antrean di sekitar Kilometer (KM) 4 dan KM 9 juga akan dipecah melalui titik pelayanan di Grand City dan depan Majesty.

"Di Karang Anyar antrean motornya luar biasa, nah itu kita pecah juga, nanti ada di Kebun Sayur. Gitu juga yang di Kilometer 4, Kilometer 9, kita pecah di Grand City dan di Majesty,” jelas Naratama.

Meski demikian, Pertamina tidak memastikan penambahan titik pelayanan tersebut otomatis akan menghilangkan kemacetan di sekitar SPBU.

Menurutnya, tugas Pertamina adalah memastikan penyaluran BBM dilakukan di dalam area SPBU sesuai ketentuan yang ditetapkan pemerintah.

"Kalau masalah macet atau enggak, Pertamina enggak bisa jawab. Karena yang kita lakukan adalah menyalurkan di dalam SPBUnya," katanya.

Terkait aturan jam pelayanan yang ditetapkan Pemkot Balikpapan, Pertamina menyatakan siap mengikuti ketentuan tersebut.

"Kalau nanti ditetapkan jam operasional seperti itu, memang nanti kita akan melayaninya sesuai dengan jam operasional yang sudah ditetapkan dalam surat edaran tersebut. Kita komit dan patuh terhadap surat edaran yang dikeluarkan oleh Pemerintah Kota Balikpapan," tegasnya.

Lima SPBU yang disiapkan untuk tambahan pelayanan Pertalite roda dua sebelumnya disebut Pemkot Balikpapan masih menunggu penetapan penyaluran dari BPH Migas dan uji tera sebelum dioperasikan.