Terjadi 28 Karhutla Selama 2026, Pemkot Balikpapan tak Temukan Kasus Buka Lahan Sengaja Dibakar

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Asisten I Setdakot Balikpapan, Zulkifli. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)
Asisten I Setdakot Balikpapan, Zulkifli. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Terjadi 28 Karhutla Selama 2026, Pemkot Balikpapan tak Temukan Kasus Buka Lahan Sengaja Dibakar

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Asisten I Setdakot Balikpapan, Zulkifli. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)
Asisten I Setdakot Balikpapan, Zulkifli. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Terjadi 28 Karhutla Selama 2026, Pemkot Balikpapan tak Temukan Kasus Buka Lahan Sengaja Dibakar

Asisten I Setdakot Balikpapan, Zulkifli. (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Bambang Irawan

BALIKPAPAN - Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan mencatat sebanyak 28 kejadian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) selama 2026, terutama di tengah kondisi cuaca ekstrem kering akibat fenomena El Nino.

Meski jumlah kejadian cukup banyak, Pemkot Balikpapan memastikan belum menemukan kasus karhutla yang disebabkan pembukaan lahan dengan cara sengaja membakar.

Asisten I Sekretariat Daerah Kota (Setdakot) Balikpapan, Zulkifli mengatakan sebagian besar lahan yang terbakar merupakan semak belukar, lahan kosong, serta lahan milik masyarakat dengan total luas sekitar 14 hektare.

"Kalau untuk buka lahan, enggak ada. Tidak ada kita temukan yang sifatnya buka lahan," kata Zulkifli, Selasa (25/8/2026).

Menurutnya, kebakaran yang terjadi memiliki beragam penyebab. Di antaranya puntung rokok hingga pembakaran sampah yang kemudian merambat karena kondisi rumput dan vegetasi di lapangan dalam keadaan kering.

"Bakar sampah 'kan sengaja, seperti itu. Tapi kalau untuk buka lahan, enggak ada," ujarnya.

Berdasarkan data yang diterima Pemkot dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Balikpapan, kejadian karhutla tersebar di sejumlah wilayah.

Wilayah Balikpapan Utara mencatat sembilan kejadian, disusul Balikpapan Selatan dan Timur masing-masing delapan kejadian, serta Balikpapan Tengah sebanyak tiga kejadian.

Zulkifli menyebut kondisi di Balikpapan masih relatif terkendali karena kebakaran yang terjadi berada dalam skala kecil. 

Namun, kewaspadaan tetap ditingkatkan mengingat kondisi lahan yang kering mudah memicu api meluas.

Pemkot bersama BPBD dan unsur pemadam kebakaran juga meningkatkan patroli di sejumlah wilayah rawan. 

Dalam penanganan kebakaran, BPBD berkolaborasi dengan unsur TNI-Polri serta tim pemadam kebakaran Pertamina.

"Yang terpenting, kita meningkatkan kewaspadaan dalam bentuk patroli. Patroli rutin dari teman-teman Damkar dari BPBD," katanya.

Zulkifli menegaskan masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran dalam bentuk apa pun di tengah kondisi cuaca kering. 

Ia menyebut tindakan pembakaran yang dilakukan dengan sengaja, terutama untuk membuka lahan, dapat berujung pada proses pidana.

Pemkot juga mengacu pada Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 1 Tahun 2026 yang mengatur langkah daerah dalam menghadapi karhutla.

"Pasti. Kalau yang sengaja nanti dibuktikan," tegasnya.

Meski demikian, hingga saat ini belum ada pelaku pembakaran lahan yang diproses pidana di Balikpapan karena belum ditemukan kasus pembukaan lahan yang dilakukan dengan sengaja melalui pembakaran.

Untuk pembakaran sampah, Zulkifli mengatakan penanganannya akan melihat skala dan dampak yang ditimbulkan. 

"Saat ini Pemkot mengedepankan pendekatan persuasif dengan mengimbau masyarakat tidak melakukan pembakaran yang berpotensi memicu karhutla," pungkasnya.