Banner ADV

KDMP Berau Mulai Bergerak, Pengurus Didorong Berani Buka Peluang Usaha

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
KDMP Berau Mulai Bergerak, Pengurus Didorong Berani Buka Peluang Usaha

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

KDMP Berau Mulai Bergerak, Pengurus Didorong Berani Buka Peluang Usaha

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
KDMP Berau Mulai Bergerak, Pengurus Didorong Berani Buka Peluang Usaha

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

KDMP Berau Mulai Bergerak, Pengurus Didorong Berani Buka Peluang Usaha

Reporter : Nur Hidayah | Editor : Bambang Irawan

TANJUNG REDEB – Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di Kabupaten Berau mulai menunjukkan geliat usaha. Sejumlah koperasi yang sebelumnya masih berada pada tahap pembentukan kini mulai berani menjalankan kegiatan bisnis secara mandiri di tingkat kampung.

Perkembangan tersebut mendapat perhatian dari Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, dan Perdagangan (Diskoperindag) Berau. Pemerintah daerah mendorong pengurus KDMP tidak hanya menjadikan koperasi sebagai lembaga yang menunggu program, tetapi mampu membaca kebutuhan masyarakat sekaligus melihat peluang ekonomi yang bisa dikembangkan.

Kepala Diskoperindag Berau, Eva Yunita, menilai keberanian pengurus mengambil langkah usaha menjadi salah satu kunci agar KDMP tidak berhenti sebatas pembentukan organisasi dan kelengkapan administrasi.

“Yang kami harapkan pengurus koperasi bisa punya inisiatif dan proaktif. Mereka harus melihat koperasi ini mau dibawa ke mana dan usaha apa yang bisa dikembangkan,” ujarnya.

Menurut Eva, geliat tersebut mulai terlihat dari sejumlah KDMP yang telah memiliki gerai. Saat ini terdapat enam KDMP yang sudah mempunyai gerai fisik. Dari jumlah tersebut, empat koperasi di antaranya telah memiliki badan hukum.

Sementara itu, proses administrasi pembentukan KDMP untuk 100 kampung dan 10 kelurahan di Berau telah diselesaikan. Dengan demikian, pemerintah daerah kini berharap fokus koperasi secara bertahap bergeser dari pembentukan kelembagaan menuju pengembangan usaha yang benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat.

Eva memberikan apresiasi kepada pengurus yang berani memulai usaha tanpa harus menunggu seluruh arahan teknis dari pemerintah. Baginya, langkah tersebut menunjukkan bahwa koperasi mulai dimanfaatkan sesuai tujuan awalnya sebagai penggerak aktivitas ekonomi masyarakat di tingkat lokal.

“Ini yang luar biasa. Teman-teman pengurus sudah mulai menjalankan bisnis tanpa menunggu instruksi. Artinya mereka sudah bisa memanfaatkan koperasi sesuai peruntukannya,” katanya.

Ia juga mengingatkan agar gerai yang telah dibangun tidak hanya menjadi bangunan fisik, tetapi benar-benar dijaga dan diisi dengan kegiatan usaha yang berkelanjutan. Pengelolaan yang serius dinilai penting agar fasilitas tersebut tidak berhenti digunakan setelah proses pembangunan selesai.

“Harapannya ketika gerai sudah selesai dan dijalankan di daerahnya, bisa dijaga sebaik mungkin dan benar-benar dimanfaatkan,” pungkasnya. (Adv)