Reporter: Siswandi | Ediotor: Bambang Irawan
SANGATTA – Lapangan Tenis Town Hall Swarga Bara, Kecamatan Sangatta Utara, Kutai Timur (Kutim), menjadi arena adu kemampuan sekaligus ajang mempererat keakraban anggota Bara Tennis Club (BTC) dalam rangka memeriahkan HUT ke-81 RI.
Turnamen mini yang digelar secara internal tersebut diikuti 34 peserta. Berbeda dari kompetisi pada umumnya, kegiatan ini dikemas sederhana dengan biaya pelaksanaan berasal dari iuran anggota. Hadiah yang diberikan pun bukan uang tunai atau trofi, melainkan paket sembako.
Ketua BTC Kutim, Wahyu Bagus Kristanto didampingi Ketua Panitia Erica membuka langsung pertandingan tersebut sebelum pelaksanaan diserahkan kepada Coach Resa Pahrial Anwar yang juga menjabat sebagai wakil ketua sekaligus pelatih BTC.
Salah satu hal menarik dalam pertandingan tersebut adalah penggunaan nama samaran sejumlah petenis dunia oleh para peserta.
Nama-nama seperti Djokovic, Federer, Osaka, Sabalenka, Swiatek, Alcaraz hingga Sinner digunakan untuk menambah keseruan selama pertandingan.
Coach Resa Pahrial Anwar mengatakan, turnamen internal BTC tersebut sejak awal memang tidak berorientasi pada perebutan podium.
Kegiatan itu lebih ditujukan untuk meramaikan lapangan tenis, menjaga kebugaran, sekaligus mempererat silaturahmi antaranggota.
“Awalnya niat kami cuma mau meramaikan lapangan, bukan mengejar podium. Main tenis buat nostalgia, seru-seruan, cari keringat supaya sehat, sekaligus menghidupkan tenis dan bertemu teman-teman baru. Tapi ternyata semangat dan sedikit keberuntungan bisa menjadi kombinasi yang membawa kemenangan,” ujar Resa.
Eva Musdalifah, salah satu peserta, mengatakan penggunaan nama petenis dunia bukan dimaksudkan untuk menyamai prestasi para atlet tersebut.
Menurutnya, nama-nama itu digunakan sebagai simbol semangat dalam memeriahkan peringatan kemerdekaan.
“Bukan karena ingin menggantikan mereka menjadi atlet, tetapi kami ingin meniru semangatnya untuk memeriahkan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia,” ujar Eva saat dikonfirmasi pada Selasa (25/08/2026).
Dalam pertandingan tersebut, pasangan Eva Musdalifah dan Piur keluar sebagai juara pertama. Posisi kedua ditempati Novita dan Mariana. Sementara juara ketiga bersama diraih dua pasangan, yakni Nani dan Erika serta Romy dan Raka.
Pasangan Romy dan Raka menjadi salah satu cerita menarik dalam turnamen itu. Keduanya merupakan ayah dan anak yang sengaja dipasangkan dalam pertandingan yang dikemas sebagai fun game.
Romy membawa Raka 13 tahun yang masih muda untuk ikut bertanding dengan tujuan melatih keberanian dan membangun kepercayaan diri sang anak melalui olahraga.
“Ini kan sebatas fun game. Jadi kami ingin sekalian melatih mental anak supaya lebih percaya diri,” kata Romy dengan semangat yang dibawa dalam keikutsertaan pasangan tersebut.
Turnamen itu juga tidak hanya menjadi arena pertandingan. Tawa, candaan dan sorakan dukungan antaranggota mewarnai jalannya kegiatan. Suasana tersebut membuat pertandingan berlangsung santai sekaligus mempererat hubungan sesama anggota.
BTC merupakan club tenis yang beranggotakan keluarga karyawan PT Kaltim Prima Coal (KPC). Club ini juga berada di bawah naungan Persatuan Lawn Tenis Indonesia (PELTI) Kutim dan telah berbadan hukum.
Club tersebut berdiri sekitar dua tahun lalu dan beranggotakan para penggemar tenis, termasuk keluarga karyawan perusahaan di kawasan Sangatta.
Lapangan Tenis Town Hall Swarga Bara menjadi salah satu tempat aktivitas para anggota BTC.
Selain menggelar kegiatan internal, BTC juga rutin mengadakan turnamen pada awal tahun dengan mengundang klub-klub tenis lain di Kutim.
Bagi anggota BTC, kegiatan tersebut tidak semata-mata mengejar prestasi. Olahraga tenis juga menjadi sarana menjaga kebugaran, menyalurkan hobi, memperluas pertemanan sekaligus menghidupkan kembali olahraga tenis di daerah.
“Main tenis buat nostalgia dan seru-seruan, ingin cari keringat supaya sehat, menghidupkan tenis, ketemu teman baru. Kalau kemudian hoki dan membawa pulang kemenangan, itu bonus,” kata Eva.
Selain menjadi ajang rekreasi, sejumlah anggota BTC juga memiliki peluang mengikuti pertandingan yang lebih kompetitif.
Coach Reza, misalnya, merupakan atlet persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) dan juga aktif sebagai pelatih.
Eva juga tengah mempersiapkan diri menghadapi agenda Badan Pembina Olahraga Korps Pegawai Republik Indonesia (Bapor Korpri) tingkat Kalimantan Timur (Kaltim) yang rencananya berlangsung di Kutim pada Oktober atau November 2026.


