Reporter : Herdiansyah l Editor : Siswandi
SAMARINDA - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kaltim mencatat 594 titik panas (hotspot) terdeteksi di sejumlah wilayah di Kaltim per 23 Agustus 2026.
Kepala Pelaksana BPBD Kaltim, Buyung Dodi Gunawan mengatakan, ratusan titik panas tersebut tersebar di berbagai kawasan.
Ia menjelaskan, dari jumlah tersebut beberapa titik berada di kawasan kehutanan, dan titik lainnya ada di area perkebunan.
“Per 23 Agustus 2026 kemarin, terdapat 594 titik panas di Kaltim. Dari jumlah tersebut, lima titik terdeteksi berada di kawasan kehutanan dan 132 titik di area perkebunan,” jelas Buyung, sapaannya.
Meski jumlah titik panas masih cukup tinggi, BPBD Kaltim melaporkan tren kejadian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) mulai menunjukkan penurunan dibandingkan periode sebelumnya.
"Kondisi seperti ini menjadi perhatian pemerintah daerah dan seluruh pihak terkait untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, khususnya di tengah musim kemarau yang berpotensi memicu munculnya titik api baru," tegasnya.
BPBD Kaltim mendorong langkah pencegahan dan penanganan dini sehingga titik panas yang terdeteksi tidak berkembang menjadi kebakaran yang lebih luas.


