Banner ADV

Destinasi Wisata Berau Didorong Lebih Tangguh Hadapi Risiko Bencana

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Simulasi penanganan kondisi darurat menjadi bagian dari Bimbingan Teknis Keamanan dan Keselamatan di Destinasi Wisata yang digelar Disbudpar Berau. (Foto: Disbudpar Berau)
Simulasi penanganan kondisi darurat menjadi bagian dari Bimbingan Teknis Keamanan dan Keselamatan di Destinasi Wisata yang digelar Disbudpar Berau. (Foto: Disbudpar Berau)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Destinasi Wisata Berau Didorong Lebih Tangguh Hadapi Risiko Bencana

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Simulasi penanganan kondisi darurat menjadi bagian dari Bimbingan Teknis Keamanan dan Keselamatan di Destinasi Wisata yang digelar Disbudpar Berau. (Foto: Disbudpar Berau)
Simulasi penanganan kondisi darurat menjadi bagian dari Bimbingan Teknis Keamanan dan Keselamatan di Destinasi Wisata yang digelar Disbudpar Berau. (Foto: Disbudpar Berau)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Destinasi Wisata Berau Didorong Lebih Tangguh Hadapi Risiko Bencana

Simulasi penanganan kondisi darurat menjadi bagian dari Bimbingan Teknis Keamanan dan Keselamatan di Destinasi Wisata yang digelar Disbudpar Berau. (Foto: Disbudpar Berau)

Reporter : Nur Hidayah | Editor : Bambang Irawan

TANJUNG REDEB – Pengembangan pariwisata di Kabupaten Berau tidak hanya diarahkan untuk memperkuat daya tarik destinasi, tetapi juga memastikan keamanan wisatawan menjadi perhatian utama. 

Hal ini dilakukan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Berau melalui penguatan kapasitas pengelola destinasi dalam menghadapi potensi bencana.

Kepala Disbudpar Berau, Yudha Budisantosa, mengatakan aspek keamanan dan keselamatan menjadi bagian penting dalam membangun destinasi wisata yang berkelanjutan. Pengelola maupun pelaku pariwisata perlu memiliki pemahaman mengenai langkah pencegahan hingga respons ketika terjadi kondisi darurat.

Karena itu, Disbudpar Berau menggelar Bimbingan Teknis Keamanan dan Keselamatan di Destinasi Wisata Tahun 2026 dengan fokus pada mitigasi bencana. Kegiatan tersebut diikuti 25 peserta yang berasal dari 13 kecamatan di Kabupaten Berau.

Menurut Yudha, kegiatan ini menjadi ruang untuk meningkatkan kesiapsiagaan para pemangku kepentingan pariwisata. Peserta tidak hanya didorong mengenali potensi bahaya di destinasi, tetapi juga memahami langkah yang harus dilakukan untuk mengurangi risiko.

“Keamanan dan keselamatan merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari pengembangan destinasi wisata. Kita ingin pengelola memiliki kesiapan ketika menghadapi potensi bencana,” ujar Yudha.

Ia menjelaskan, kondisi geografis Berau yang memiliki beragam karakter destinasi membuat mitigasi bencana perlu menjadi perhatian. Destinasi wisata berada di kawasan pesisir, pulau, sungai, hingga wilayah daratan yang masing-masing memiliki potensi risiko berbeda.

Melalui bimtek tersebut, para peserta diharapkan mampu mengidentifikasi potensi risiko di wilayah masing-masing, melakukan upaya pencegahan, serta mengambil langkah respons yang tepat apabila terjadi keadaan darurat.

Yudha menambahkan, peningkatan kapasitas sumber daya manusia di sektor pariwisata akan terus didorong. Menurutnya, destinasi yang aman akan memberikan rasa nyaman kepada wisatawan sekaligus meningkatkan kepercayaan terhadap sektor pariwisata Berau.

“Harapannya, destinasi wisata kita tidak hanya menarik untuk dikunjungi, tetapi juga aman, tangguh dan memiliki kesiapan menghadapi berbagai potensi bencana,” pungkasnya.

Dengan penguatan mitigasi sejak dini, Disbudpar Berau berharap pengelolaan destinasi ke depan semakin profesional dan mampu memberikan perlindungan yang lebih baik bagi wisatawan maupun masyarakat yang terlibat dalam aktivitas pariwisata. (Adv)