Reporter : Nur Hidayah | Editor : Bambang Irawan
TANJUNG REDEB – Produksi padi yang tinggi belum sepenuhnya diikuti kesiapan fasilitas pascapanen. Kondisi itu menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Berau yang menyiapkan pembangunan gudang penyimpanan gabah di Kampung Buyung-Buyung, Kecamatan Tabalar, tahun anggaran 2026.
Gudang tersebut dirancang untuk melengkapi fasilitas pengolahan hasil pertanian yang telah tersedia di kawasan tersebut. Nantinya, gudang akan berada dalam satu area dengan rumah pengering atau dryer serta fasilitas penggilingan gabah.
Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Peternakan (DTPHP) Kabupaten Berau, Lita Handini, menjelaskan kebutuhan gudang muncul seiring meningkatnya aktivitas pengolahan padi di Buyung-Buyung. Setelah dikeringkan dan digiling, hasil panen membutuhkan ruang penyimpanan yang layak sebelum didistribusikan atau dimanfaatkan lebih lanjut.
“Fasilitas yang ada sudah mendukung proses pengeringan dan penggilingan, tetapi ruang penyimpanan hasil akhirnya masih terbatas. Karena itu, gudang ini akan kami bangun di kawasan yang sama agar seluruh proses pascapanen lebih tertata,” ujarnya.
Menurut Lita, pembangunan saat ini masih berada pada tahap persiapan teknis. Tim DTPHP Berau telah melihat langsung lokasi yang akan menjadi tempat pembangunan dan menyiapkan tahapan pekerjaan fisik.
“Lokasinya sudah kami tinjau dan perencanaannya sedang berjalan. Kalau tidak ada kendala, pekerjaan fisik ditargetkan bisa dimulai dalam waktu dekat,” katanya.
Pemilihan Buyung-Buyung bukan tanpa alasan. Kampung tersebut merupakan salah satu kawasan produksi padi utama di Berau dengan hamparan lahan sekitar 500 hektare dan aktivitas petani yang berlangsung secara konsisten. Besarnya produksi otomatis membuat kebutuhan terhadap sarana penyimpanan ikut meningkat.
Lita menilai keberadaan gudang tidak sekadar menjadi tempat menumpuk hasil panen. Penyimpanan yang sesuai diperlukan agar kualitas gabah dan beras tetap terjaga setelah melewati proses pengeringan dan penggilingan.
Dengan pembangunan fasilitas tersebut, pemerintah berharap mata rantai pascapanen di Buyung-Buyung menjadi lebih terintegrasi. Mulai dari pengeringan, penggilingan hingga penyimpanan dapat dilakukan dalam satu kawasan sehingga penanganan hasil produksi menjadi lebih efisien.
“Target akhirnya bukan hanya menyediakan bangunan, tetapi bagaimana fasilitas ini ikut menjaga kualitas hasil pertanian. Ini bagian dari upaya kami memperkuat sentra padi sekaligus memberikan dukungan yang lebih baik kepada petani,” pungkas Lita. (Adv)



