Belasan Kabel LPJU di Jalur Dua Tenggarong Seberang Dicuri, Pelaku Diduga Nekat Panjat Tiang

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kondisi LPJU jalur dua tenggarong samarinda yang di curi (Foto: Dishub Kukar)
Kondisi LPJU jalur dua tenggarong samarinda yang di curi (Foto: Dishub Kukar)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Belasan Kabel LPJU di Jalur Dua Tenggarong Seberang Dicuri, Pelaku Diduga Nekat Panjat Tiang

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kondisi LPJU jalur dua tenggarong samarinda yang di curi (Foto: Dishub Kukar)
Kondisi LPJU jalur dua tenggarong samarinda yang di curi (Foto: Dishub Kukar)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Belasan Kabel LPJU di Jalur Dua Tenggarong Seberang Dicuri, Pelaku Diduga Nekat Panjat Tiang

Kondisi LPJU jalur dua tenggarong samarinda yang di curi (Foto: Dishub Kukar)

Reporter: Aswin | Editor: Bambang Irawan

TENGGARONG - Belasan perangkat lampu penerangan jalan umum (LPJU) di sejumlah titik wilayah Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) menjadi sasaran pencurian. Dalam sebulan terakhir, sedikitnya dua kali aksi pencurian terjadi di kawasan jalur dua Tenggarong-Samarinda.

Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kukar, Ahmad Junaidi, membenarkan adanya kejadian tersebut. Ia mengatakan, pencurian pertama dalam bulan ini berdampak pada sekitar 10 tiang atau sepanjang kurang lebih 700 meter, sedangkan kejadian kedua melibatkan sekitar tujuh gawang atau sekitar 500 meter.

“Dua kali kejadian dalam bulan ini sudah ada dua kali. Yang pertama itu sekitar 10 tiang, yang kedua sekitar 7 tiang,” kata Ahmad Junaidi. Rabu (26/8/2026)

“Gawang itu maksudnya, antar tiang satu ke tiang satunya. Itu jaraknya 50 meter satu gawang,” tambahnya.

Menurutnya, kabel LPJU yang dicuri diduga sengaja dipotong di bagian dekat tiang. Pelaku diperkirakan harus memanjat tiang untuk memutus kabel tersebut.

“Tadi saya sudah perintahkan untuk pengawasan dan melaporkan ke pihak kepolisian, karena sudah dua kali kejadian,” ujarnya.

Ahmad menyebut pencurian LPJU sebenarnya bukan kejadian baru. Sebelumnya, aksi serupa beberapa kali terjadi di jalur tersebut. Namun, dalam kurun waktu lebih dari setahun terakhir, kejadian pencurian sempat tidak ditemukan hingga kembali terjadi pada Agustus 2026.

Selain jalur dua Tenggarong-Samarinda, pencurian LPJU juga pernah terjadi di wilayah Jongkang sekitar tiga bulan lalu. Saat itu, pencurian berdampak pada sekitar tujuh gawang. Dishub juga menerima informasi adanya kejadian serupa di sekitar Jembatan Kutai Kartanegara, meski jumlah LPJU yang terdampak masih dalam pendataan.

Ahmad menjelaskan, sistem penerangan di sejumlah titik menggunakan satu rangkaian yang melayani sekitar 20 lampu. Ketika kabel pada rangkaian tersebut dicuri, seluruh lampu dalam satu sistem dapat ikut padam.

“Satu pas itu 20 lampu. Kalau diambil sebagian, yang 20 lampu itu mati,” jelasnya.

Ia mengaku belum menghitung secara pasti nilai kerugian akibat pencurian tersebut. Sebab, perangkat yang dicuri merupakan instalasi yang telah terpasang sejak satu hingga dua tahun sebelumnya.

Meski demikian, Dishub Kukar telah menginstruksikan tim untuk segera melakukan perbaikan agar penerangan jalan kembali berfungsi. Menurut Ahmad, kerusakan LPJU akibat pencurian cukup meresahkan karena masyarakat sering mengira lampu mengalami kerusakan teknis.

“Kalau stop, kabel kan kita masih ada, aman saja. Cuma yang meresahkan ini ada komplain dari masyarakat, lampu rusak, tahu-taunya kabelnya yang dicuri,” katanya.

Dishub, lanjut Ahmad, sebenarnya rutin melakukan pemantauan dengan patroli sekitar satu kali dalam sepekan. Namun, pihaknya belum mengetahui secara pasti kapan aksi pencurian dilakukan, apakah siang maupun malam hari.

“Kurang paham siapa pelakunya, kemudian apa modusnya, belum tahu,” ujarnya.

Untuk menindaklanjuti kejadian tersebut, Dishub Kukar akan membuat laporan resmi kepada kepolisian. Ahmad mengatakan surat laporan telah diperintahkan untuk segera disiapkan dan ditargetkan disampaikan paling lambat sehari setelah kejadian diketahui.

“Tadi baru saya perintahkan untuk suratnya, belum saya tanda tangan. Kemudian bisa hari ini atau paling lambat besok,” katanya.

Ia berharap aparat dapat mengungkap pelaku pencurian karena keberadaan LPJU berkaitan langsung dengan kepentingan umum, terutama kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.

“Kita berharap, ini kan kepentingan umum dan sangat berpengaruh terhadap kenyamanan serta keselamatan masyarakat,” pungkasnya.