67 Karhutla Terjadi di Kukar Selama Agustus 2026, Luas Lahan Terbakar Capai 915,68 Hektare

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kejadian karhutla di Kukar pada Agustus 2026 (Foto: Damkar Kukar)
Kejadian karhutla di Kukar pada Agustus 2026 (Foto: Damkar Kukar)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

67 Karhutla Terjadi di Kukar Selama Agustus 2026, Luas Lahan Terbakar Capai 915,68 Hektare

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kejadian karhutla di Kukar pada Agustus 2026 (Foto: Damkar Kukar)
Kejadian karhutla di Kukar pada Agustus 2026 (Foto: Damkar Kukar)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

67 Karhutla Terjadi di Kukar Selama Agustus 2026, Luas Lahan Terbakar Capai 915,68 Hektare

Kejadian karhutla di Kukar pada Agustus 2026 (Foto: Damkar Kukar)

Reporter: Aswin | Editor: Bambang Irawan

TENGGARONG - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kutai Kartanegara (Kukar) merilis data sementara kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Kukar selama periode Agustus 2026.

Hingga Rabu (26/8/2026), tercatat sebanyak 67 kejadian karhutla dengan total luas lahan terbakar mencapai sekitar 915,68 hektare.

Berdasarkan data tersebut, karhutla tersebar di sejumlah kecamatan di Kukar. SangaSanga menjadi wilayah dengan luas lahan terbakar terbesar, yakni mencapai 340 hektare. Angka tersebut didominasi kebakaran di Kelurahan Pendingin dengan luasan sekitar 304 hektare.

Selanjutnya, Muara Kaman mencatat luas lahan terbakar sekitar 130 hektare, disusul Samboja 126 hektare, Muara Badak 107,25 hektare, Tabang 100 hektare, dan Muara Muntai 74 hektare.

Sementara itu, sejumlah kecamatan lainnya mencatat luasan karhutla yang relatif lebih kecil. Di antaranya Muara Jawa 0,53 hektare, Kota Bangun 1 hektare, Loa Janan 2 hektare, Loa Kulu 3 hektare, Tenggarong 3,15 hektare, dan Tenggarong Seberang 3,5 hektare.

Dari sisi jumlah kejadian, Samboja menjadi wilayah dengan kasus terbanyak, yakni 21 kejadian. Kemudian Muara Badak dengan 20 kejadian. Sementara Tenggarong dan Sanga-Sanga masing-masing tercatat lima kejadian.

Adapun Muara Kaman, Sebulu, dan Loa Kulu masing-masing mencatat dua kejadian. Beberapa wilayah lainnya juga tercatat mengalami karhutla, meski dengan jumlah dan luasan yang lebih kecil.

Di sisi lain, BPBD Kukar masih menunggu laporan dari sejumlah kecamatan. Wilayah yang dalam data sementara belum menyampaikan laporan kepada BPBD yakni Kenohan, Muara Wis, Kota Bangun Darat, Samboja Barat, dan Anggana.

Ex officio Kepala BPBD Kukar, Sunggono, mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembakaran hutan maupun lahan secara sembarangan.

Menurutnya, faktor manusia menjadi salah satu penyebab utama terjadinya kebakaran. Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan untuk mencegah karhutla yang dapat menimbulkan dampak luas.

“Jadi tadi kan disampaikan oleh Pak Ketua Pengadilan ya, bahwa 99,9 persen penyebab kebakaran ini adalah manusia,” kata Sunggono.

Ia mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan aktivitas pembakaran yang berpotensi memicu kebakaran.

“Oleh karena ini bisa dipastikan, kalau kita peduli dengan lingkungan kita, peduli dengan daerah kita, peduli dengan anak cucu kita, tolong jangan bakar hutan kita, jangan membakar sembarangan yang mengakibatkan bencana untuk semua,” pungkasnya.