Reporter: Adi Kade | Editor: Bambang Irawan
PENAJAM - Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) seluas 5,07 Hektare (Ha)terjadi di RT 06, Kelurahan Riko, Kecamatan Penajam, Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), Selasa (25/8/2026) sore.
Tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP), Brigade Kebakaran Lahan dan Kebun (Karlabun) Dinas Pertanian (Distan), TNI dan Polri berjibaku melakukan pemadaman hingga Pukul 22.35 Wita.
Sebanyak enam unit mobil pemadam kebakaran dan dua unit mesin pompa portable diturunkan untuk menangani kebakaran lahan seluas 5,07 Ha milik Badan Bank Tanah atau eks lahan Hak Guna Usaha (HGU) Triteknik Kalimantan Abadi.
Lahan yang terbakar tersebut ditumbuhi semak belukar dan sebagian tanaman kelapa sawit bekas milik PT TKA.
Kepala BPBD PPU, Nulaila mengatakan, pemadaman kebakaran lahan dalam Hak Pengelolaan Lahan (HPL) Badan Bank Tanah dilanjutkan, Rabu (26/8/2026).
Pemadaman di hari kedua dilakukan fokus pada proses pendinginan. Karena, masih ada beberapa titik asap yang berpotensi menjadi titik api yang baru.
“Hari kedua ini lebih menangani beberapa titik asap yang berpotensi menjadi titik api,” kata Nurlaila.
Nurlaila mengungkapkan, proses pendinginan kebakaran lahan seluas 5,07 Ha di Kelurahan Riko diturunkan satu unit mobil pemadam kebakaran, empat unit mesin portable dan dua unit fleksibel tank.
Suplai air ke mobil pemadam menggunakan mesin pompa apung di sumber air yang ada di sekitar lokasi kebakaran hutan dan lahan.
“Proses pendinginan menggunakan sistem suplai air dari mobil tangki ke fleksibel tank, kemudian air dipompa menggunakan mesin portable,” jelasnya.
Meskipun kebakaran lahan seluas 5,07 Ha telah ditangani, kata Nurlaila, tim gabungan tetap akan melakukan pemantauan untuk mengantisipasi munculnya titik api yang baru.
“Lokasi karhutla tersebut tetap dipantau, jangan sampai muncul titik api lagi,” pungkasnya.


