Kebakaran Rumah di Gang Buntu, Anak Kecil Terjebak di Lantai Dua Meninggal Dunia

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
3 menit baca
Proses pemadam kobaran api di satu rumah Jalan Sulawesi Gang Buntu RT 45 Kelurahan Karang Rejo, Kecamatan Balikpapan Tengah, Rabu (26/8/2026). (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)
Proses pemadam kobaran api di satu rumah Jalan Sulawesi Gang Buntu RT 45 Kelurahan Karang Rejo, Kecamatan Balikpapan Tengah, Rabu (26/8/2026). (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Kebakaran Rumah di Gang Buntu, Anak Kecil Terjebak di Lantai Dua Meninggal Dunia

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
3 menit baca
Proses pemadam kobaran api di satu rumah Jalan Sulawesi Gang Buntu RT 45 Kelurahan Karang Rejo, Kecamatan Balikpapan Tengah, Rabu (26/8/2026). (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)
Proses pemadam kobaran api di satu rumah Jalan Sulawesi Gang Buntu RT 45 Kelurahan Karang Rejo, Kecamatan Balikpapan Tengah, Rabu (26/8/2026). (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Kebakaran Rumah di Gang Buntu, Anak Kecil Terjebak di Lantai Dua Meninggal Dunia

Proses pemadam kobaran api di satu rumah Jalan Sulawesi Gang Buntu RT 45 Kelurahan Karang Rejo, Kecamatan Balikpapan Tengah, Rabu (26/8/2026). (Foto: Achmad Fadillah/Pusaranmedia.com)

Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Bambang Irawan

BALIKPAPAN - Kebakaran terjadi di kawasan padat penduduk Jalan Sulawesi Gang Buntu RT 45, Kelurahan Karang Rejo, Kecamatan Balikpapan Tengah, Rabu (26/8/2026) sekitar pukul 16.40 WITA.

Kobaran api membakar sebuah rumah dua lantai bernomor 24 yang didominasi warna kuning dan hijau. 

Petugas pemadam kebakaran berjibaku memadamkan api, sementara warga sekitar turut membantu proses pemadaman.

Di tengah kepanikan, sejumlah warga terlihat berupaya membantu dari luar rumah. Seorang pemuda bahkan memanjat kanopi dari sisi kanan untuk mencoba masuk ke lantai dua yang dipenuhi asap. 

Tak lama kemudian, ia dibantu seorang pemuda lagi. Begitu juga dari sisi sebelah kanan, petugas berusaha memadamkan kobaran api .

Situasi semakin mencekam setelah warga menyebut masih terdapat seorang anak kecil yang terjebak di dalam rumah. Seorang perempuan terlihat menangis histeris di sekitar lokasi kejadian.

"Masuk-masuk ke dalam," teriak warga kepada pemuda yang berada di atas kanopi.

Namun, pemuda tersebut memberikan kode dengan lambaian tangan, menandakan dirinya belum dapat masuk karena asap tebal memenuhi lantai dua rumah.

Tak lama kemudian, petugas pemadam kebakaran turut masuk ke dalam rumah. Pemuda yang sebelumnya berada di kanopi juga berhasil masuk dan keluar kembali dari bangunan.

Warga kemudian melihat pemuda tersebut memberikan tanda silang menggunakan kedua tangannya. 

Kode itu dipahami warga sebagai tanda bahwa anak yang berada di dalam rumah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Pemuda tersebut kemudian meminta selimut kepada warga di sekitar lokasi.

Salah seorang warga, Nandar mengatakan informasi awal yang diterimanya, kebakaran diduga bermula dari kasur di lantai dua.

"Informasinya tadi mungkin mereka mau main lilin berdua. Terus kasur yang terbakar. Entah bagaimana, pokoknya kasur yang terbakar. Satu bisa diselamatkan, satu tidak," ujar Nandar.

Menurut Nandar, seorang anak berhasil diselamatkan, sementara seorang lainnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di ruang tengah lantai dua.

"Satu terbakar habis, tinggal tulang," katanya.

Tak lama berselang, petugas keluar dari dalam rumah dengan membawa seorang anak kecil yang dibungkus menggunakan selimut.

Pemuda yang sebelumnya memanjat kanopi dan masuk ke lantai dua diketahui bernama Zaki. Ia mengaku sempat terkejut ketika menemukan korban di tengah kepulan asap.

Zaki mengatakan saat masuk ke lantai dua, dirinya masih berusaha mencari orang yang mungkin terjebak di dalam rumah.

"Gosong sudah. Tidak bisa melihat apa-apa. Terus saya sempat menginjak mayat anak kecil di situ. Setelah itu langsung diselamatkan dan diangkat," kata Zaki.

Ia menyebut korban ditemukan di bagian depan rumah, tidak jauh dari tangga.

"Saya masih mencari di belakang, di atas itu. Ternyata dia di depan, dekat tangga. Baru diangkat," ujarnya.

Sementara warga lainnya, Fajar, menyebut informasi yang diterimanya dari keluarga korban, kebakaran diduga bermula ketika anak-anak bermain korek api.

Menurut Fajar, salah seorang anak sempat berlari turun untuk meminta pertolongan setelah api membesar. 

Namun setelah berada di bawah, anak tersebut baru menyadari bahwa adiknya masih berada di dalam rumah.

"Kakaknya lari turun minta tolong. Rambutnya kena. Dia lupa adiknya, baru ingat setelah di bawah. Dia bilang, ‘Ada adikku, ada adik di atas," tutur Fajar.

Hingga berita ini ditulis, petugas masih melakukan penanganan di lokasi kejadian. Penyebab pasti kebakaran serta identitas korban masih menunggu keterangan resmi dari pihak berwenang.