Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Bambang Irawan
BALIKPAPAN - Kebakaran menghanguskan sebuah rumah dua lantai di kawasan padat penduduk Jalan Sulawesi Gang Buntu RT 45 Nomor 24, Kelurahan Karang Rejo, Kecamatan Balikpapan Tengah, Rabu (26/8/2026) sore.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 16.40 WITA. Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 16.45 WITA dan langsung melakukan pemadaman.
Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 17.10 WITA, kemudian dilanjutkan dengan proses pendinginan.
Kepala BPBD Balikpapan, Usman Ali mengatakan bagian lantai dua rumah tersebut mengalami kerusakan parah akibat kebakaran. Sementara bagian lantai satu relatif lebih bertahan karena konstruksi beton.
"Untuk lantai duanya habis terbakar. Untuk lantai satunya karena beton mungkin masih kondisi sedikit terbakar," kata Usman.
Kebakaran tersebut menyebabkan sejumlah penghuni rumah menjadi korban. Data terbaru BPBD mencatat lima orang terdampak dalam satu kepala keluarga.
Korban terdiri dari Kanza (11), Topik (22), Riska (37) selaku ibu korban, Riski selaku ayah korban, serta Devan yang berusia empat tahun.
Kanza, Topik, dan Riski mengalami luka bakar. Sementara Riska dilaporkan mengalami kondisi yang memerlukan penanganan medis. Adapun Devan dinyatakan meninggal dunia setelah sebelumnya mengalami luka bakar parah.
Sebelumnya, Usman menyampaikan terdapat tiga korban yang mengalami luka bakar dan luka terbuka dan mendapat penanganan di Rumah Sakit Ibnu Sina.
Sementara Devan yang mengalami luka bakar sekitar 80 persen dilarikan ke Rumah Sakit Kanujoso Djatiwibowo (RSKD).
"Informasi data sementara, ada tiga orang yang sebagian terkena luka bakar dan ada juga luka terbuka. Mereka berada di Rumah Sakit Ibnu Sina. Kemudian satu anak berumur empat tahun kondisinya cukup parah dan kita larikan ke Rumah Sakit Kanujoso," ujar Usman.
Menurut Usman, Devan diduga terjebak di lantai dua saat kebakaran berlangsung. Korban mengalami luka akibat terbakar dan terkena hawa panas.
"Informasi kita, korban terjebak di lantai dua. Kalau informasi yang kita dapat adalah terbakar, kena hawa panas," katanya.
Sementara Lurah Karang Rejo, Budi, menyampaikan belasungkawa atas meninggalnya Devan.
Budi mengatakan pihak kelurahan bersama Babinsa, Bhabinkamtibmas dan perangkat terkait langsung menuju lokasi setelah menerima laporan kebakaran.
"Melalui telepon, langsung kita bergerak ke sini. Kondisi rumah sudah terbakar. Kita langsung meluncur bersama Babinsa, Bhabinkamtibmas beserta perangkat yang lain," kata Budi.
Ia menyebut berdasarkan informasi dari Ketua RT 45, rumah tersebut dihuni enam jiwa. Namun, data terbaru BPBD mencatat satu kepala keluarga dengan lima jiwa terdampak.
"Informasi yang kita dapat dari Ketua RT 45, penghuni rumah di RT 45 Nomor 24 itu ada enam jiwa. Tapi satu yang meninggal, anaknya berumur empat tahun," ujarnya.
Pascakebakaran, pihak kelurahan bersama unsur terkait melakukan pengamanan di sekitar lokasi agar warga tidak mendekati bangunan yang terbakar.
Budi juga memastikan lokasi kejadian akan dijaga untuk mempertahankan kondisi Tempat Kejadian Perkara (TKP) sehingga proses olah TKP oleh kepolisian dapat berjalan dengan baik.
"Pasti kita pastikan itu. Warga sekitar di sini lebih kompak, jadi kita akan jaga kondisi status quo-nya," tuturnya.
Untuk penanganan korban terdampak, Budi mengatakan pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Sosial (Dinsos).
Pemerintah kota juga akan dikomunikasikan terkait kemungkinan pemberian bantuan kepada keluarga korban.
Sementara BPBD mengerahkan sejumlah unit dalam penanganan kebakaran, mulai dari unit TRC PB, sektor Barat, Baru Tengah, Gunung Samarinda, Tengah, Selatan dan Kota.
Penanganan juga mendapat dukungan dari Pammat Polda, Pertamina, TNI Angkatan Laut dan PDAM.
Selain BPBD, petugas dari PLN, Polri, TNI, Dishub, Satpol PP, kelurahan, kecamatan, Linmas serta relawan dan masyarakat setempat turut terlibat dalam penanganan di lokasi.
Penyebab pasti kebakaran hingga kini masih dalam penyelidikan kepolisian.


