Reporter : Muhammad Luthfi | Editor : Bambang Irawan
TANA PASER - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser telah menetapkan Status Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Kering tahun 2026, terpicu akibat dampak fenomena El Nino ekstrem.
Kondisi ini membuat sejumlah wilayah terancam kekeringan, berdampak terhadap penurunan produksi pertanian, krisis air baku, hingga tingginya kasus Kebakaran Hutan Dan Lahan (Karhutla).
Hal itu membuat semua pihak berwenang, seperti instansi pemerintahan, instansi vertikal, hingga pihak swasta turut mengambil langkah mitigasi dan bergerak cepat ketika Karhutla terjadi.
Seperti yang dilakukan PT Borneo Indah Marjaya (BIM) dan PT Palma Plantasindo (PPS), anak usaha PT Astra Agro Lestari Tbk (Astra Agro). Rutin patroli siaga dan sosialisasi Karhutla kepada masyarakat.
Teranyar, patroli siaga dan sosialisasi Karhutla dilakukan bersama Polsek Tanjung Harapan dan Pemerintah Kecamatan Tanjung Harapan, di Desa Lori dan Desa Sungai Langir, Rabu (26/8/2026).
Langkah tersebut merupakan bentuk kepedulian dan komitmen perusahaan dalam mendorong pencegahan karhutla sejak dini. Kegiatan diawali dengan penguatan kesiapsiagaan di tingkat desa melalui pembentukan posko siaga kebakaran di Desa Lori.
Dari posko tersebut, PT BIM-PPS bersama pihak terkait melakukan patroli terpadu, menyampaikan edukasi kepada masyarakat, khususnya petani, serta memasang spanduk larangan membakar di kawasan hutan.
Kapolsek Tanjung Harapan, IPDA Arif Hadi Saputra mengatakan, langkah tersebut menjadi perhatian bersama. Upaya pencegahan perlu dilakukan secara konsisten sebelum karhutla terjadi di Desa Lori dan Desa Sungai Langir.
“Bagi saya, lebih baik kita lelah untuk sosialisasi dan pencegahan daripada kita lelah memadamkan api. Kegiatan kali ini kami melakukan pemasangan spanduk larangan membakar dan sosialisasi kepada petani agar tidak melakukan pembakaran,” ujar Arif, Kamis (27/8/2026).
Dalam patroli terpadu, PT BIM-PPS berkolaborasi dengan Kapolsek Tanjung Harapan beserta personel Polsek, Babinsa Tanjung Harapan, Babinsa Paser Belengkong, Babinsa Tanah Grogot, serta Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA).
Tim menyambangi sejumlah lokasi di Desa Lori dan Desa Sungai Langir, berdialog dengan masyarakat, serta menyampaikan risiko pembakaran lahan dan pentingnya segera melaporkan apabila menemukan asap atau titik api.
Perwakilan manajemen PT BIM dan PT PPS, Joko Widodo menuturkan, kesiapsiagaan perlu dibangun sebelum kebakaran terjadi. Menurutnya, patroli dan komunikasi dengan masyarakat menjadi langkah penting untuk mengenali potensi kebakaran lebih awal.
“Pencegahan harus dimulai sebelum api muncul. Karena itu, kami terus memperkuat patroli dan sosialisasi bersama berbagai pihak serta masyarakat agar potensi kebakaran bisa diketahui dan dicegah sedini mungkin,” tutur Joko.
Joko menyebut masyarakat memiliki peran penting dalam menjaga wilayah sekitar dari risiko karhutla, terutama dengan tidak melakukan pembakaran serta segera menyampaikan informasi apabila menemukan asap atau titik api.
“Kami mengajak masyarakat untuk bersama sama menjaga lingkungan dan tidak melakukan pembakaran. Kalau ada asap atau titik api, segera dilaporkan agar bisa ditindaklanjuti bersama. Semakin cepat informasi diterima, semakin cepat pula langkah penanganannya,” sebutnya.
Upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen PT BIM dan PT PPS dalam memperkuat sistem pencegahan karhutla yang konsisten dan berkelanjutan.
Sekaligus mendukung perlindungan masyarakat serta kelestarian lingkungan di sekitar wilayah operasional. Hal ini sejalan dengan semangat sinergi bumi dan manusia untuk satu Indonesia.


