Jasad Perempuan di Kamar Kosan, Korban Terakhir Kali Terlihat Bersama Pria, Sempat Ditegur Ibu Kos

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Terlihat aparat kepolisian dan warga antusias memasukkan mayat perempuan ke dalam mobil ambulans yang meninggal dunia di Sangatta Kutai Timur. (Foto: Dok Polres Kutim)
Terlihat aparat kepolisian dan warga antusias memasukkan mayat perempuan ke dalam mobil ambulans yang meninggal dunia di Sangatta Kutai Timur. (Foto: Dok Polres Kutim)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Jasad Perempuan di Kamar Kosan, Korban Terakhir Kali Terlihat Bersama Pria, Sempat Ditegur Ibu Kos

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Terlihat aparat kepolisian dan warga antusias memasukkan mayat perempuan ke dalam mobil ambulans yang meninggal dunia di Sangatta Kutai Timur. (Foto: Dok Polres Kutim)
Terlihat aparat kepolisian dan warga antusias memasukkan mayat perempuan ke dalam mobil ambulans yang meninggal dunia di Sangatta Kutai Timur. (Foto: Dok Polres Kutim)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Jasad Perempuan di Kamar Kosan, Korban Terakhir Kali Terlihat Bersama Pria, Sempat Ditegur Ibu Kos

Terlihat aparat kepolisian dan warga antusias memasukkan mayat perempuan ke dalam mobil ambulans yang meninggal dunia di Sangatta Kutai Timur. (Foto: Dok Polres Kutim)

Reporter: Siswandi | Editor: Bambang Irawan

SANGATTA – Jejak aktivitas Desi Ariyanti sebelum ditemukan meninggal dunia di sebuah kamar kos di Sangatta Utara mulai didalami polisi. 

Salah satu informasi yang kini menjadi perhatian penyidik adalah keberadaan seorang laki-laki yang terlihat bersama korban sebelum korban terakhir kali diketahui berada di kos.

Desi (21) ditemukan meninggal dunia di kamar kos di Jalan Yos Sudarso I, RT 47, Desa Sangatta Utara, Kutim, Rabu (26/8/2026) sore. 

Polisi belum menyimpulkan penyebab kematian dan masih menunggu hasil pemeriksaan medis.

Kapolsek Sangatta Utara, AKP Bambang Eko mengatakan, pihaknya masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi serta fakta yang ditemukan di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

“Begitu menerima laporan dari masyarakat, anggota langsung menuju lokasi untuk melakukan pengecekan dan penanganan awal di TKP,” kata Bambang.

Informasi dari pemilik kos menyebut, korban terakhir kali terlihat pada 15 Agustus 2026 bersama seorang laki-laki. 

Keduanya sempat ditegur oleh ibu kos sebelum laki-laki itu meninggalkan lokasi.

Keterangan tersebut juga menjadi salah satu informasi yang masih didalami untuk mengetahui aktivitas korban sebelum ditemukan meninggal dunia.

Korban diketahui menyewa kamar kos tersebut tanpa menyerahkan identitas diri kepada pemilik. Desi diperkirakan, telah tinggal di tempat tersebut selama sekitar dua pekan.

Kasus ini terungkap setelah pemilik kos, Suyono, mendapat informasi dari penghuni mengenai bercak darah yang terlihat keluar dari celah bawah pintu kamar korban.

Suyono kemudian mencoba membuka pintu menggunakan kunci cadangan, tetapi tidak berhasil. 

Dari dalam kamar juga tercium aroma tidak sedap dan terlihat aliran darah dari bagian bawah pintu.

Informasi dari Suyono itu kemudian disampaikan kepada Ketua RT setempat dan diteruskan kepada kepolisian sekitar pukul 17.27 WITA.

Personel Polsek Sangatta Utara bersama Tim Inafis Polres Kutim kemudian melakukan pemeriksaan di lokasi dan memasang police line atau garis polisi.

Tim Inafis sendiri adalah unit satuan kerja di bawah Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Kepolisian Resor Kutim yang bertugas melakukan identifikasi forensik dan olah TKP.

Dari pemeriksaan awal, korban ditemukan di area depan pintu kamar dalam kondisi tergantung menggunakan kain panjang berwarna hitam yang terikat pada bagian leher dan dikaitkan pada pintu kamar.

Tim Inafis memperkirakan korban telah meninggal dunia sekitar tiga hingga empat hari sebelum ditemukan. 

Jenazah kemudian dibawa ke RSUD Kudungga untuk pemeriksaan medis lebih lanjut.

Bambang menegaskan, pihaknya belum menyampaikan kesimpulan mengenai penyebab kematian korban.

“Kami masih mendalami seluruh keterangan dan fakta yang ditemukan di TKP. Untuk penyebab pasti kematian, kami menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut dari pihak medis,” jelasnya.

Kemudian ia mengimbau, masyarakat yang mengetahui informasi mengenai aktivitas korban atau orang-orang yang sempat berhubungan dengan korban sebelum ditemukan meninggal dunia agar memberikan informasi kepada kepolisian.

Sebagai informasi, penyelidikan masih berjalan. Polisi kini berupaya merangkai keterangan saksi, temuan di TKP, serta hasil pemeriksaan medis untuk mengetahui secara utuh peristiwa yang terjadi sebelum Desi ditemukan meninggal dunia.

Korban diketahui berdomisili di wilayah Teluk Lombok, Desa Sangkima, Kecamatan Sangatta Selatan, Kabupaten Kutim.