Reporter : Nur Hidayah | Editor : Bambang Irawan
TANJUNG REDEB – Dinas Perikanan Kabupaten Berau mulai membuka peluang lebih lebar bagi pihak swasta yang ingin masuk ke sektor hilir perikanan.
Salah satu investasi yang tengah didorong adalah pembangunan industri pengalengan ikan untuk mengubah potensi laut Berau menjadi produk bernilai ekonomi lebih tinggi.
Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Berau, Abdul Majid, mengatakan pemerintah daerah tidak ingin potensi perikanan hanya berhenti sebagai komoditas mentah. Karena itu, pengembangan industri pengolahan menjadi salah satu langkah yang disiapkan agar hasil tangkapan nelayan dapat memiliki nilai tambah sekaligus menjangkau pasar yang lebih luas.
Peluang tersebut semakin terbuka dengan mulai dikembangkannya produk pengalengan ikan di Kampung Tanjung Batu. Produk olahan ini diharapkan menjadi pijakan awal sebelum Berau memiliki industri pengalengan berskala lebih besar yang mampu menyasar pasar nasional hingga internasional.
“Jangka panjangnya nanti mudah-mudahan ada investor yang bisa berkolaborasi membangun pengalengan ikan di Berau sesuai potensi perikanan yang kita miliki,” ujar Abdul Majid beberapa waktu lalu.
Menurutnya, pemerintah daerah saat ini masih membangun fondasi, mulai dari pengembangan produk hingga penyelesaian berbagai aspek perizinan. Setelah ekosistemnya semakin siap, keterlibatan pihak swasta diharapkan dapat mempercepat terwujudnya industri pengolahan ikan di Berau.
Namun, investasi tersebut tidak bisa hanya mengandalkan ketersediaan fasilitas. Kepastian bahan baku menjadi pekerjaan rumah utama yang harus dipastikan sejak awal agar industri nantinya dapat berjalan secara berkelanjutan.
Abdul Majid menyebut produksi perikanan Berau berada di kisaran 3.500 ton per tahun. Angka tersebut menjadi modal penting untuk mengembangkan industri hilir, meski karakteristik perikanan Berau berbeda dengan daerah yang memiliki satu komoditas unggulan dalam jumlah besar.
“Kalau di daerah lain tuna lebih besar. Di Berau jenis ikannya beragam, ada tuna, sarden dan berbagai spesies lainnya,” jelasnya.
Keragaman jenis ikan tersebut justru dinilai dapat menjadi peluang apabila dikelola dengan konsep industri yang tepat. Pemerintah ingin memastikan model pengolahan yang dibangun nantinya mampu menyesuaikan dengan karakteristik hasil perikanan Berau, bukan sekadar meniru pola industri dari daerah lain.
Dengan membuka ruang kolaborasi bersama investor, Diskan berharap sektor swasta dapat ikut melihat peluang ekonomi dari potensi perikanan Berau.
Jika industri pengolahan berhasil diwujudkan, manfaatnya tidak hanya pada peningkatan nilai jual produk, tetapi juga berpotensi menciptakan lapangan kerja, memperkuat rantai usaha nelayan, hingga mendorong produk perikanan lokal menembus pasar yang lebih luas. (Adv)



