Logo
Pusaran Dewan Pers
Iklan

150 Titik Karhutla di Paser, Hanguskan 421,1 Hektare Lahan

Saat proses pemadaman salah satu titik karhutla di Paser. (Foto : Dok BPBD Paser)

BERITA TERKAIT

    Video

    150 Titik Karhutla di Paser, Hanguskan 421,1 Hektare Lahan

    PusaranMedia.com

    Saat proses pemadaman salah satu titik karhutla di Paser. (Foto : Dok BPBD Paser)

    150 Titik Karhutla di Paser, Hanguskan 421,1 Hektare Lahan

    Saat proses pemadaman salah satu titik karhutla di Paser. (Foto : Dok BPBD Paser)

    Reporter : Muhammad Luthfi | Editor : Bambang Irawan 

    TANA PASER - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Paser mencatat sebanyak 150 titik kejadian Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) dengan luasan total mencapai 421,1 hektar di wilayah Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).

    Total Karhutla yang terjadi di Paser terhitung sejak pertengahan Juli 2026 atau sejak Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) resmi menerbitkan peringatan awal fenomena El Nino ekstrem atau musim kemarau.

    Kepala BPBD Paser, Ruslan mengatakan, sebaran kejadian teridentifikasi di beberapa kecamatan, dengan karakteristik lahan yang terbakar didominasi oleh semak belukar, lahan terbuka, material kayu, dan vegetasi kering.

    “Hingga 26 Agustus 2026, total luasan lahan yang terdampak mencapai 421,1 hektar yang terdiri dari semak belukar, material kayu, area pepohonan dan sebagian lahan gambut,” kata Ruslan, Kamis (27/8/2026).

    Saat terjadi kebakaran, proses pemadaman dilakukan oleh tim gabungan, diantaranya, Tim TRC, BPBD Paser, Kodim 0904/Psr, Polres Paser, Manggala Agni, KPHP Kendilo, Disbunak Paser, Disdamkar Paser, Satpol PP Paser, perusahaan swasta, relawan dan masyarakat.

    Dalam proses pemadaman, petugas mengalami sejumlah kendala. Seperti angin kencang yang menyebabkan api cepat meluas dan keterbatasan sumber air.

    Serta akses jalan yang sulit dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat, keterbatasan peralatan yang menyebabkan luas lahan terbakar sulit ditentukan secara akurat.

    Hingga saat ini, tim gabungan terus melakukan pemantauan dan penanganan di setiap lokasi Karhutla untuk mencegah meluasnya kebakaran dan meminimalkan dampak terhadap lingkungan maupun pemukiman masyarakat.

    “Seluruh titik kebakaran berhasil ditangani. Lokasi-lokasi yang terdampak tersebut masih berada dalam tahap pemantauan untuk mengantisipasi munculnya kembali titik api,” tutur Ruslan.

    Selain itu, tim gabungan terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat agar menjaga lingkungan, segera melaporkan kejadian kebakaran, serta tidak melakukan pembakaran lahan secara sengaja karena dapat menimbulkan dampak dan sanksi hukum.