Karhutla di Kaltim Masih Belum Ganggu Penerbangan di Bandara APT Pranoto Samarinda

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Penerbangan di Bandara APT Pranoto masih normal. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Penerbangan di Bandara APT Pranoto masih normal. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Karhutla di Kaltim Masih Belum Ganggu Penerbangan di Bandara APT Pranoto Samarinda

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Penerbangan di Bandara APT Pranoto masih normal. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Penerbangan di Bandara APT Pranoto masih normal. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Karhutla di Kaltim Masih Belum Ganggu Penerbangan di Bandara APT Pranoto Samarinda 

Penerbangan di Bandara APT Pranoto masih normal. (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Reporter: Tri Agustini | Editor: Bambang Irawan 

SAMARINDA — Aktivitas penerbangan di Bandara APT Pranoto Samarinda hingga kini masih berjalan normal meski kebakaran lahan tengah meningkat di sejumlah wilayah Kalimantan.

Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Kelas I A.P.T. Pranoto Samarinda, I Kadek Yuli Sastrawan, menyebut kondisi jarak pandang di kawasan bandara masih berada pada level aman. Ia mengatakan jarak pandang tercatat rata-rata berada di atas 10 kilometer. 

“Jadi di sini tidak ada masalah dengan jarak pandang karena kalau dilihat dari peta sebaran asap, belum sampai ke Bandara APT Pranoto,” ujar Kadek.

Ia menjelaskan, secara standar operasional, Bandara APT Pranoto masih memungkinkan penerbangan dengan jarak pandang hingga sekitar 1.800 meter.

Namun, pihak bandara tetap meningkatkan kewaspadaan menyusul potensi penyebaran asap akibat kebakaran lahan.

Sejumlah langkah mitigasi telah dilakukan, salah satunya dengan menyiram area-area kering di sekitar bandara untuk mengurangi risiko terjadinya kebakaran.

Kadek mengatakan, penyiraman tersebut telah dilakukan sejak tiga hari terakhir. Penyiraman dilakukan secara berkala, terutama ketika tidak ada aktivitas penerbangan.

“Kalau tidak ada penerbangan, kita masukkan kendaraan kita, siram seperti itu untuk mencegah tambah kering,” jelasnya.

Selain itu, pihak bandara juga memiliki koordinasi internal yang melibatkan maskapai, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), BPBD, serta petugas pemadam kebakaran di bandara.

Koordinasi tersebut dilakukan untuk memantau perkembangan titik panas dan potensi pergerakan asap menuju kawasan bandara.

Menurut Kadek, keselamatan penerbangan tetap menjadi prioritas. Apabila jarak pandang turun hingga berada di bawah batas minimum yang dipersyaratkan, penerbangan tidak akan dipaksakan untuk melakukan pendaratan maupun keberangkatan.

Dalam kondisi tersebut skema yang disiapkan adalah dengan mengalihkan pesawat yang hendak mendarat di Samarinda ke bandara lain, salah satunya Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan di Balikpapan.

Sementara jika kabut asap tiba-tiba menutup jarak pandang di sekitar bandara, maka akan dilakukan koordinasi dengan maskapai dan BMKG untuk memantau arah serta pergerakan angin.

Pesawat yang hendak menuju maupun meninggalkan Samarinda dapat ditahan sementara atau holding hingga kondisi kembali aman.

Meski demikian, hingga saat ini belum terdapat laporan penerbangan di Bandara APT Pranoto yang terdampak kabut asap. Rute penerbangan juga masih dibuka dan berjalan seperti biasa.

“Masih dibuka, masih normal,” pungkasnya.