Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Bambang Irawan
BALIKPAPAN - Produk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Balikpapan berhasil mencatatkan transaksi lebih dari Rp80 juta dalam ajang Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta.
Capaian tersebut diperoleh tiga UMKM binaan di sektor wastra dan ready to wear, yakni Batik Poyung dan Batik Zahro dari Balikpapan serta Batik Sekar Buen dari Penajam Paser Utara (PPU), selama empat hari pelaksanaan KKI pada 20-23 Agustus 2026.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan Robi Ariadi mengatakan, keikutsertaan UMKM binaan dalam KKI 2026 menjadi bagian dari upaya memperluas eksposur dan akses pasar produk lokal, baik di tingkat nasional maupun internasional.
"Keikutsertaan tersebut menjadi bagian dari upaya perluasan eksposur dan akses pasar yang lebih luas terhadap produk UMKM mitra KPwBI Balikpapan, baik untuk nasional maupun ekspor," kata Robi dalam keterangan tertulis, Kamis (27/8/2026).
Menurutnya, capaian transaksi lebih dari Rp80 juta menunjukkan produk UMKM dari Balikpapan dan PPU mulai mampu mendapatkan penerimaan pasar nasional.
Inovasi desain, motif, serta pengangkatan identitas budaya daerah menjadi salah satu daya tarik produk yang ditampilkan dalam pameran tersebut.
"Ini menunjukkan bahwa inovasi dan kreasi motif dan desain yang mengangkat kekayaan serta identitas budaya Balikpapan maupun Penajam Paser Utara telah memiliki daya tarik tersendiri bagi konsumen pada tingkat nasional," ujarnya.
Pada KKI 2026, KPwBI Balikpapan membawa lima UMKM binaan. Selain tiga UMKM wastra, terdapat Salakilo dan Kampoeng Timur yang bergerak di sektor makanan dan minuman olahan.
Ketiga UMKM wastra tersebut menampilkan produk dengan karakter khas Kalimantan Timur (Kaltim).
Batik Poyung menghadirkan busana siap pakai, kain batik, scarf, dan tas kerajinan dengan batik tulis bermotif ampiek. Batik Zahro menawarkan wastra, ready to wear, dan aksesori fesyen dengan memanfaatkan pewarna alami dari limbah kayu bangkirai.
Sementara Batik Sekar Buen dari PPU mengangkat kekayaan alam Borneo melalui motif enggang, rusa sambar, dan anggrek hitam.
Produk-produk tersebut juga mendapat perhatian sejumlah tokoh nasional yang mengunjungi stan KPwBI Balikpapan. Di antaranya Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Ketua Dekranasda Provinsi Kaltim Syarifah Suraidah Rudy Mas'ud atau Bunda Harum, serta Komisaris Utama PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk Agus D W Martowardojo.
Robi menyebut capaian tersebut tidak terlepas dari proses pembinaan yang dilakukan BI Balikpapan sebelum UMKM mengikuti KKI 2026.
Pada 2025, KPwBI Balikpapan memfasilitasi workshop studi tiru ke Solo, Jawa Tengah, yang melibatkan 15 UMKM wastra dan ready to wear.
Materi yang diberikan meliputi inovasi desain dan motif, pemanfaatan pewarna alam, penghitungan biaya dan harga pokok produksi (HPP), pengembangan desain ready to wear, hingga penguatan aspek pasar.
Program tersebut kemudian dilanjutkan melalui workshop pada awal 2026 untuk memperkuat kemampuan UMKM dalam mengembangkan desain dan motif yang sesuai dengan kebutuhan pasar.
"UMKM binaan BI Balikpapan diharapkan semakin mampu naik kelas dan memiliki daya saing di pasar yang lebih luas," kata Robi.
Tak hanya mengejar transaksi penjualan, BI Balikpapan juga mendorong UMKM makanan dan minuman untuk menembus pasar internasional.
Salakilo dan Kampoeng Timur mendapat kesempatan mengikuti business matching dengan enam calon pembeli dari Australia, China, Taiwan, Afrika, Amerika Serikat, dan Singapura.
Robi mengatakan fasilitasi tersebut diharapkan membuka peluang transaksi dan kerja sama bisnis sekaligus memperluas akses pasar produk UMKM binaan.
"Partisipasi pada KKI 2026 tidak hanya menjadi sarana promosi produk, melainkan juga menjadi momentum untuk mendorong UMKM lokal memiliki kualitas produk yang semakin meningkat, semakin memahami demand dan selera pasar, memperkuat jejaring usaha, dan meningkatkan daya saing produk," ujarnya.
KKI 2026 merupakan penyelenggaraan ke-11 yang mengusung tema "Penguatan Sinergi untuk Mendorong UMKM Bangkit, Tangguh, dan Berdaya Saing".
Pameran secara luring di JICC diikuti lebih dari 550 UMKM, sedangkan pameran daring melibatkan lebih dari 1.300 UMKM.


