Reporter : Muhammad Luthfi | Editor : Bambang Irawan
TANA PASER - Kabupaten Paser memegang peranan yang sangat krusial dalam peta ekonomi dan ketahanan pangan Kalimantan Timur, khususnya dengan posisinya sebagai salah satu penyokong utama kebutuhan logistik dan pangan bagi kawasan penyangga Ibu Kota Nusantara (IKN).
Dengan basis potensi agraris yang kuat, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Paser terus memacu pengembangan sektor pertanian, perkebunan, dan perikanan secara berkelanjutan. Di dalam konstelasi daerah tersebut, Kecamatan Long Kali tampil sebagai salah satu wilayah paling strategis.
Penggerak Pemuda Paser, Al Ihwan Fauzi mengatakan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Paser, Long Kali merupakan kecamatan terluas sekaligus lumbung agro-bahari utama.
“Menyumbang produksi padi sawah lebih dari 10.000 ton per tahun, serta akumulasi hasil perikanan tangkap dan tambak yang melebihi 3.000 ton per tahun, di luar melimpahnya panen buah-buahan lokal dan hortikultura,” kata Al Ihwan Fauzi, Jumat (28/8/2026).
Al Ihwan Fauzi yang merupakan pemuda lokal asal Paser, mengambil inisiatif untuk menjembatani potensi mentah warga agar memiliki nilai tambah yang berdampak langsung pada kesejahteraan ekonomi lokal melalui gerakan "The Green Catalyst".
"Kekayaan hasil tani dan tangkapan nelayan di Long Kali adalah aset luar biasa bagi Kabupaten Paser. Namun, potensi ini tidak boleh berhenti hanya sebagai komoditas mentah yang rentan mengalami penurunan harga saat panen raya. Pemuda Paser harus mengambil peran sebagai pemicu perubahan (catalyst) untuk mendorong hilirisasi pasca panen berbasis ekonomi sirkular," tuturnya.
Untuk memastikan keberlanjutan gerakan ini, Fauzi menetapkan target konkret penyerapan awal minimal tiga sampai lima ton komoditas mentah per bulan menyerap surplus hasil tani hortikultura dan tangkapan perikanan lokal sekaligus menargetkan peningkatan pendapatan rumah tangga warga hingga 40 persen.
Gerakan The Green Catalyst dirancang terintegrasi melalui dukungan teknologi pengolahan modern berbasis CSR, pendampingan legalitas standar mutu (Halal dan P-IRT/SKP), serta penyiapan akses distribusi B2B untuk menembus rantai pasok katering industri dan logistik pangan penyangga IKN.
Melalui sinergi antara potensi data daerah dan aksi nyata generasi muda ini, program pemberdayaan di Long Kali diharapkan tidak hanya memperkuat posisi Kabupaten Paser sebagai benteng ketahanan pangan regional, tetapi juga mencetak kemandirian ekonomi bagi para petani dan nelayan secara berkelanjutan.


