Reporter : Nur Hidayah | Editor : Bambang Irawan
TANJUNG REDEB – Pesona Pulau Derawan di Kabupaten Berau kini menghadapi ancaman serius dari abrasi. Garis pantai yang terus terkikis perlahan mengubah kawasan pesisir, bahkan sekitar lima bangunan dilaporkan telah hancur akibat hantaman gelombang.
Kondisi ini turut menjadi perhatian karena kawasan yang terdampak berada di sekitar aktivitas masyarakat dan pariwisata. Jika tidak segera ditangani, abrasi dikhawatirkan bukan hanya merusak bangunan, tetapi juga mengganggu kenyamanan dan keamanan wisatawan yang datang menikmati Pulau Derawan.
Kepala Kampung Pulau Derawan, Indra Mahardika, mengatakan abrasi terus terjadi dari tahun ke tahun. Sejumlah bangunan yang berada di kawasan pesisir akhirnya tidak mampu bertahan dan mengalami kerusakan hingga roboh.
“Sekarang dampaknya sudah terlihat. Kami khawatir kalau tidak segera ditangani, dampaknya akan semakin luas,” ujar Indra.
Menurutnya, kondisi pesisir yang terus berubah dapat memengaruhi aktivitas wisata. Area pantai yang selama ini menjadi salah satu daya tarik wisatawan berpotensi semakin menyempit, sementara kerusakan fasilitas di sekitar garis pantai juga dapat mengurangi kenyamanan pengunjung.
Abrasi juga berpotensi mengganggu fasilitas pendukung wisata, termasuk akses dan kawasan usaha yang berada di sekitar pesisir. Padahal, keberadaan wisatawan menjadi salah satu penggerak ekonomi masyarakat Pulau Derawan melalui penginapan, restoran, jasa transportasi laut hingga berbagai layanan wisata.
Indra mengungkapkan, pembangunan penahan abrasi sebenarnya telah lama diperjuangkan pemerintah kampung. Usulan tersebut bahkan terus dimasukkan dalam perencanaan pembangunan dari tahun ke tahun. Namun, hingga kini pembangunan fisik yang diharapkan belum juga terealisasi.
“Harapan kami jangan sampai menunggu kondisi semakin parah. Kalau pantainya terus terkikis, yang terdampak bukan hanya warga, tetapi juga wisatawan dan pelaku usaha pariwisata,” katanya.
Ia menilai perlindungan pesisir Pulau Derawan harus segera menjadi perhatian serius. Selain menyelamatkan permukiman dan bangunan masyarakat, penahan abrasi diperlukan untuk menjaga kawasan wisata agar tetap aman, nyaman dan menarik bagi pengunjung.
Pemerintah Kampung Pulau Derawan berharap ada langkah konkret dari pihak terkait untuk mempercepat pembangunan penahan abrasi. Sebab, bagi masyarakat setempat, menjaga garis pantai berarti sekaligus menjaga masa depan pariwisata dan sumber ekonomi warga.
Jika abrasi terus dibiarkan, kekhawatirannya bukan sekadar kehilangan daratan. Pulau Derawan juga bisa kehilangan salah satu modal utamanya sebagai destinasi wisata, pantai yang menjadi alasan wisatawan datang dan kembali. (Adv)



