BWS Ungkap Kondisi Terkini Bendungan Lempake, TMA Sudah di Bawah Normal

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Bendungan Lempake surut, TMA di bawah batas normal, Kamis (27/8/2026). (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Bendungan Lempake surut, TMA di bawah batas normal, Kamis (27/8/2026). (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

BWS Ungkap Kondisi Terkini Bendungan Lempake, TMA Sudah di Bawah Normal

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Bendungan Lempake surut, TMA di bawah batas normal, Kamis (27/8/2026). (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Bendungan Lempake surut, TMA di bawah batas normal, Kamis (27/8/2026). (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

BWS Ungkap Kondisi Terkini Bendungan Lempake, TMA Sudah di Bawah Normal

Bendungan Lempake surut, TMA di bawah batas normal, Kamis (27/8/2026). (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Reporter: Tri Agustini | Editor: Bambang Irawan 

SAMARINDA - Surutnya air di Bendungan Lempake, Kota Samarinda, mulai menjadi perhatian di tengah kondisi kemarau yang masih berlangsung. Meski Tinggi Muka Air (TMA) saat ini telah berada di bawah kondisi normal, ketersediaan air disebut masih mencukupi untuk kebutuhan irigasi dan air baku masyarakat dalam waktu dekat.

Kepala Unit Pengelola Bendungan II BWS Kalimantan IV Samarinda, Hayu Wardana, mengatakan TMA Bendungan Lempake saat ini berada pada elevasi 7,00 meter di atas permukaan laut (MDPL). Angka tersebut telah berada di bawah TMA normal bendungan yang berada di level 7,20 MDPL.

“Untuk 10 hari ke depan tanpa hujan kemungkinan akan turun elevasi, namun masih mencukupi untuk kebutuhan air irigasi dan Perumdam,” kata Hayu, Kamis (27/8/2026). 

Ia menjelaskan, kondisi bendungan baru akan memasuki tahap kritis apabila TMA mencapai elevasi 6,50 MDPL. Pada kondisi tersebut, pengambilan air untuk kebutuhan irigasi dan air baku harus dikurangi hingga 50 persen.

BWS juga telah melakukan koordinasi dengan Perumdam Tirta Kencana terkait kondisi air di Bendungan Lempake, khususnya mengenai pengambilan air melalui intake. Koordinasi juga dilakukan untuk memastikan batas minimal elevasi yang masih memungkinkan bagi pompa Perumdam beroperasi.

Selain koordinasi, BWS Kalimantan IV juga menyatakan siap membantu Perumdam apabila diperlukan perluasan maupun pengerukan kolam intake untuk mendukung pengambilan air baku.

Di tengah surutnya muka air, kegiatan pemeliharaan waduk juga tetap dilakukan. Hayu mengatakan pengerukan sedimentasi di area tengah waduk telah dilaksanakan sejak Juli dan masih akan berlanjut hingga akhir tahun.

“Sampai akhir tahun ini masih ada kegiatan pengerukan, namun kondisi alat sedang dalam perbaikan,” jelasnya.

Selain pengerukan sedimentasi, BWS juga melakukan pembersihan gulma air di kawasan waduk. Kegiatan tersebut mencakup area seluas sekitar 12 hektare.

Meski TMA Bendungan Lempake saat ini berada di bawah batas normal, BWS Kalimantan IV memastikan kondisi belum berada pada level kritis. Namun, apabila hujan belum juga turun dan elevasi terus mengalami penurunan hingga mencapai 6,50 MDPL, pengambilan air untuk irigasi dan air baku akan dilakukan secara terbatas.