Sawit hingga Kakao Masih Jadi Andalan, Dinas Perkebunan Kaltim Dorong Transformasi Ekonomi Berkelanjutan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Plt Kadis Perkebunan Kaltim, Arief Murdiyatno (tengah). (Foto: Herdi/Pusaranmedia.com).
Plt Kadis Perkebunan Kaltim, Arief Murdiyatno (tengah). (Foto: Herdi/Pusaranmedia.com).

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Sawit hingga Kakao Masih Jadi Andalan, Dinas Perkebunan Kaltim Dorong Transformasi Ekonomi Berkelanjutan

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Plt Kadis Perkebunan Kaltim, Arief Murdiyatno (tengah). (Foto: Herdi/Pusaranmedia.com).
Plt Kadis Perkebunan Kaltim, Arief Murdiyatno (tengah). (Foto: Herdi/Pusaranmedia.com).

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Sawit hingga Kakao Masih Jadi Andalan, Dinas Perkebunan Kaltim Dorong Transformasi Ekonomi Berkelanjutan

Plt Kadis Perkebunan Kaltim, Arief Murdiyatno (tengah). (Foto: Herdi/Pusaranmedia.com).

Reporter : Herdiansyah l Editor : Bambang Irawan 

SAMARINDA - Sektor perkebunan terus menunjukkan perannya sebagai salah satu penopang penting perekonomian Kaltim.

Berbagai komoditas unggulan, mulai dari kelapa sawit, karet, kakao hingga tebu, memiliki potensi besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Plt Kadis Perkebunan Kaltim, Arief Murdiyatno, mengatakan pihaknya mengangkat sejumlah komoditas utama yang memiliki kontribusi terhadap perkembangan ekonomi masyarakat dan daerah.

Ia menyebut, komoditas tersebut meliputi kelapa sawit, karet, kakao, kelapa dalam, aren, kemiri, cengkeh, pala hingga tebu.

“Dari sisi perekonomian, komoditas ini bisa mensupport pertumbuhan ekonomi daerah,” kata Arief.

Menurutnya, dari banyaknya komoditas yang ada, kelapa sawit menjadi salah satu sektor dengan peran paling besar.

Bahkan, transformasi tersebut diharapkan mampu menggeser ketergantungan Kaltim terhadap sektor ekonomi ekstraktif menuju sektor ekonomi yang lebih berkelanjutan dan memiliki nilai tambah.

"Saat ini saja luas perkebunan kelapa sawit di Kaltim telah mencapai sekitar 1,5 juta hektare. Dari luasan tersebut, produksi kelapa sawit tercatat mencapai sekitar 21 juta ton," jelasnya.

Ia menilai industri sawit mampu menjadi sumber penghidupan bagi ratusan ribu masyarakat. Dari data yang terhimpun, sedikitnya ada sekitar 368 ribu tenaga kerja terserap dalam aktivitas perkebunan kelapa sawit di Kaltim.

"Sebanyak 106 pabrik kelapa sawit telah beroperasi untuk mendukung pengolahan hasil produksi di daerah," pungkasnya.

Dengan besarnya potensi produksi, luas perkebunan, penyerapan tenaga kerja hingga keberadaan industri pengolahan, sektor perkebunan dinilai memiliki posisi strategis dalam menopang masa depan perekonomian Kaltim.