Banner ADV

Password Stealer Mengintai, Diskominfo Berau Ingatkan Warga Jangan Sembarangan Klik Link

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kepala Diskominfo Berau, Didi Rahmadi. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)
Kepala Diskominfo Berau, Didi Rahmadi. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Password Stealer Mengintai, Diskominfo Berau Ingatkan Warga Jangan Sembarangan Klik Link

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Kepala Diskominfo Berau, Didi Rahmadi. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)
Kepala Diskominfo Berau, Didi Rahmadi. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Password Stealer Mengintai, Diskominfo Berau Ingatkan Warga Jangan Sembarangan Klik Link

Kepala Diskominfo Berau, Didi Rahmadi. (Foto: Nur Hidayah/ pusaranmedia.com)

Reporter : Nur Hidayah | Editor : Bambang Irawan

TANJUNG REDEB – Ancaman pencurian data pribadi kini tak hanya datang dari penipuan konvensional. Serangan digital melalui password stealer menjadi salah satu modus yang perlu diwaspadai, karena dapat membobol berbagai akun sekaligus menguras informasi penting milik korban.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Berau, Didi Rahmadi, mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menjaga keamanan akun digital. Terlebih, aktivitas masyarakat yang semakin bergantung pada email, media sosial, e-wallet, hingga layanan digital lainnya membuat data pribadi menjadi sasaran yang bernilai bagi pelaku kejahatan siber.

Melalui edukasi yang dibagikan Diskominfo Berau melalui akun Instagram, password stealer dijelaskan sebagai ancaman yang dapat mencuri kata sandi dan informasi penting yang tersimpan di perangkat. Jika berhasil masuk, pelaku berpotensi mengambil alih akun email maupun media sosial hingga mengakses layanan keuangan digital.

Risikonya pun tidak berhenti pada pengambilalihan akun. Data korban dapat disalahgunakan untuk penipuan, sementara transaksi tanpa izin bisa menyebabkan kerugian finansial. Bahkan, informasi pribadi yang dicuri berpotensi diperjualbelikan atau dimanfaatkan untuk melakukan tindakan ilegal.

Karena itu, Didi mendorong masyarakat tidak hanya mengandalkan kata sandi sebagai benteng keamanan. Penggunaan 2FA atau MFA melalui aplikasi autentikator dinilai penting untuk memberikan lapisan perlindungan tambahan pada akun-akun digital.

Masyarakat juga diminta tidak sembarangan mengunduh perangkat lunak, terutama aplikasi bajakan maupun mod ilegal. Aplikasi dari sumber tidak resmi dapat menjadi celah masuknya program berbahaya ke dalam perangkat.

Selain itu, kewaspadaan terhadap tautan dan lampiran email juga menjadi hal penting. Pengguna disarankan memeriksa alamat pengirim sebelum membuka tautan atau mengunduh file yang mencurigakan.

Diskominfo Berau juga mengingatkan masyarakat untuk rutin memperbarui sistem operasi, browser, dan antivirus. Langkah sederhana tersebut dapat membantu menutup celah keamanan yang berpotensi dimanfaatkan oleh pelaku serangan siber.

Di tengah semakin banyaknya aktivitas yang dilakukan secara digital, menjaga keamanan data bukan lagi sekadar urusan ahli teknologi. Kebiasaan sederhana seperti tidak sembarang klik dan menggunakan autentikasi berlapis bisa menjadi langkah awal untuk mencegah akun dan data pribadi jatuh ke tangan yang salah. (Adv)