Reporter : Lutfi Aziz | Editor : Bambang Irawan
BONTANG – Pemerintah Kota Bontang terus mendorong penguatan ekonomi masyarakat sekaligus pelestarian seni dan budaya lokal melalui kegiatan berbasis masyarakat.
Upaya tersebut terlihat dalam pembukaan Pasar Satu Hari Danau Kanaan dan Lomba Tari Ma’ Gellu’ yang digelar di kawasan Danau Kanaan, Kelurahan Kanaan, Kecamatan Bontang Barat, Jumat (28/8/2026).
Kegiatan dibuka Staf Ahli Pemerintahan dan Hukum Pemerintah Kota Bontang, Anwar Sadat, didampingi Kepala Dinas Pemuda, Olahraga dan Pariwisata (Dispopar) Bontang Eko Mashudi, Lurah Kanaan Hermin Della, serta jajaran kelurahan.
Dalam sambutannya, Anwar Sadat mengatakan Pasar Satu Hari Danau Kanaan tidak hanya menjadi tempat transaksi antara pedagang dan masyarakat. Menurutnya, kegiatan tersebut dapat menjadi ruang untuk menggerakkan perekonomian warga, memperkenalkan produk lokal, sekaligus mempererat hubungan sosial antarwarga.
“Bagi para pelaku UMKM, momentum ini dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk memperkenalkan sekaligus mengembangkan produk-produk lokal kebanggaan kita,” ujarnya.
Ia menilai kegiatan ekonomi masyarakat yang dipadukan dengan seni dan budaya dapat menciptakan ruang interaksi yang lebih luas. Karena itu, Lomba Tari Ma’ Gellu’ dinilai memiliki peran penting sebagai wadah bagi masyarakat, khususnya generasi muda, untuk mengekspresikan sekaligus mengenal budaya lokal.
Anwar mengajak masyarakat untuk terus mencintai dan melestarikan kekayaan seni budaya bangsa. Menurutnya, pelestarian budaya tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan masyarakat secara langsung.
Selain menggerakkan ekonomi dan melestarikan budaya, ia berharap kegiatan di kawasan Danau Kanaan dapat memperkuat semangat gotong royong masyarakat. Salah satunya melalui kepedulian terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan sekitar.
Dalam kesempatan tersebut, Anwar juga menyampaikan komitmen Pemkot Bontang dalam memastikan masyarakat tetap memperoleh akses terhadap pelayanan dasar, terutama kesehatan.
Ia mengatakan pemerintah tengah berupaya mencari solusi bagi masyarakat yang terdampak perubahan kepesertaan Penerima Bantuan Iuran (PBI) BPJS Kesehatan.
Salah satu upaya yang dilakukan yakni melalui kolaborasi dengan dunia usaha. Sekitar 30 perusahaan lokal di Bontang turut berkontribusi melalui skema pembiayaan bersama untuk mempertahankan kepesertaan BPJS Kesehatan bagi sekitar 15 ribu masyarakat yang terdampak.
“Nilai yang disumbangkan mungkin terlihat kecil jika dilakukan secara individu. Namun ketika diakumulasikan, manfaatnya menjadi sangat besar. Inilah makna sejati gotong royong, yang berat menjadi ringan ketika dipikul bersama-sama,” jelasnya.
Anwar juga mengingatkan masyarakat terkait kondisi kemarau yang berlangsung cukup panjang. Cuaca kering, kata dia, meningkatkan potensi terjadinya kebakaran, baik di kawasan permukiman maupun lahan.
Ia meminta masyarakat meningkatkan kewaspadaan dengan memastikan instalasi listrik dalam kondisi aman, tidak meninggalkan kompor dalam keadaan menyala tanpa pengawasan, serta menghindari pembakaran sampah dan pembukaan lahan dengan cara dibakar.
Selain ancaman kebakaran, kemarau juga berdampak terhadap ketersediaan air baku. Karena itu, masyarakat diminta menggunakan air secara bijak seiring menurunnya debit sumber air baku di Kota Bontang.
“Gunakan air seperlunya dan prioritaskan untuk kebutuhan yang benar-benar esensial. Menghemat air hari ini adalah bentuk kepedulian dan empati kita kepada sesama warga kota,” pesannya.
Anwar menutup sambutannya dengan mengapresiasi panitia, peserta, pelaku UMKM, serta seluruh masyarakat yang turut mendukung pelaksanaan Pasar Satu Hari Danau Kanaan dan Lomba Tari Ma’ Gellu’.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat berlangsung lancar dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, baik dalam penguatan ekonomi, pelestarian budaya, maupun peningkatan kepedulian terhadap lingkungan di Kelurahan Kanaan dan Kota Bontang secara umum.


