Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Bambang Irawan
BALIKPAPAN - Kabut asap menyelimuti kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN), Jumat (28/8/2026).
Pantauan di kawasan jembatan kaca glamping IKN yang menghadap ke Istana Negara sekitar pukul 11.00 WITA menunjukkan jarak pandang mulai tertutup kabut asap.
Kondisi tersebut terjadi di tengah musim kemarau yang cukup panjang di wilayah Kalimantan Timur.
Deputi Bidang Pendanaan dan Investasi Otorita IKN (OIKN), Sudiro Roi Santoso mengatakan kondisi kemarau turut memengaruhi sejumlah kegiatan penghijauan di kawasan IKN.
Menurutnya, program penanaman pohon yang menjadi bagian dari konsep Forest City selama ini rutin dilakukan OIKN setiap dua minggu.
"Setiap dua minggu sekali kami menanam pohon. Berbagai macam pohon kita tanam," kata Roi sapaannya.
Namun, kondisi kemarau panjang membuat agenda penanaman pohon yang sebelumnya direncanakan harus ditunda.
Hal itu dilakukan untuk menghindari risiko tanaman tidak dapat tumbuh akibat minimnya ketersediaan air.
"Karena kondisi cuaca saat ini mengalami musim kemarau yang cukup panjang, jadi mungkin kita tidak bisa menanam pohon besok. Kalau kita menanam pohon, sangat besar kemungkinan tidak bisa tumbuh," ujarnya.
Roi mengatakan kegiatan penanaman pohon akan kembali dijadwalkan ketika kondisi cuaca lebih mendukung, kemungkinan pada November atau Desember 2026.
Di sisi lain, upaya mengantisipasi dampak musim kemarau juga dilakukan melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Penaburan garam atau penyemaian awan telah dilakukan sebanyak lima kali di kawasan IKN.
Hasilnya, muka air pada intake Sungai Sepaku disebut mulai mengalami kenaikan sekitar 1 sentimeter.
Meski demikian, kabut asap yang menyelimuti kawasan IKN disebut berkaitan dengan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah di Pulau Kalimantan.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sebelumnya menyatakan kualitas udara di IKN berada dalam kategori tidak sehat akibat paparan partikulat halus PM2.5 yang berasal dari kabut asap karhutla.
Sementara di Kalimantan Timur (Kaltim), Polda Kaltim telah mengungkap dua kasus karhutla dengan total tiga tersangka.
Dari dua kasus tersebut, luas lahan yang terdampak mencapai sekitar 12 hektare.
Kondisi kabut asap ini menjadi tantangan tersendiri bagi IKN yang tengah dikembangkan dengan konsep Forest City, sekaligus menunjukkan pentingnya pengendalian karhutla dan pengelolaan lingkungan di tengah musim kemarau.


