Krisis Air Baku, Perumda AMDT PPU Terpaksa Distribusikan Air Bersih Secara Bergilir

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Direktur Perumda AMDT PPU, Abdul Rasyid. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com)
Direktur Perumda AMDT PPU, Abdul Rasyid. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Krisis Air Baku, Perumda AMDT PPU Terpaksa Distribusikan Air Bersih Secara Bergilir

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
1 menit baca
Direktur Perumda AMDT PPU, Abdul Rasyid. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com)
Direktur Perumda AMDT PPU, Abdul Rasyid. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Krisis Air Baku, Perumda AMDT PPU Terpaksa Distribusikan Air Bersih Secara Bergilir

Direktur Perumda AMDT PPU, Abdul Rasyid. (Foto: Adi Kade/Pusaranmedia.com)

Reporter: Adi Kade | Editor: Bambang Irawan 

PENAJAM - Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Danum Taka (AMDT) Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU) terpaksa menerapkan pendistribusian air bersih secara bergilir akibat krisis air baku. 

Musim kemarau dengan kondisi cuaca panas ekstrem mengakibatkan debit air di Sungai Lawe-Lawe turun drastis, sehingga produksi air bersih di Water Treatment Plant (WTP) Lawe-Lawe, Kelurahan Lawe-Lawe, Kecamatan Penajam mengalami penurunan. 

Direktur Perumda AMDT PPU, Abdul Rasyid mengatakan, distribusi air bersih kepada masyarakat secara bergilir resmi diberlakukan per 28 Agustus 2026.  

Bahkan distribusi air bersih sempat dihentikan sementara akibat krisis air baku. 

“Hari ini pendistribusian air bersih sempat dihentikan beberapa jam, karena air yang diproduksi ditampung terlebih dahulu di reservoir. Setelah volume air dalam reservoir mencukupi, baru didistribusikan,” kata Abdul Rasyid, Jumat (28/8/2026). 

Krisis air baku yang dialami Unit WTP Lawe-Lawe, kata Abdul Rasyid, berdampak terhadap pelayanan air bersih kepada masyarakat di wilayah Kecamatan Penajam. 

Beberapa wilayah di Kecamatan Penajam yang terdampak gangguan pasokan air bersih yakni Kelurahan Sungai Parit, Nipah-Nipah, Nenang, Gunung Seteleng, Penajam, Lawe-Lawe, Petung, Desa Girimukti dan Desa Sidorejo. 

“Mudah-mudahan cepat turun hujan sehingga kondisi ini tidak berlangsung terlalu lama,” ujarnya. 

Abdul Rasyid mengungkapkan, jajaran Perumda AMDT PPU melakukan pembersihan sepanjang aliran Sungai Lawe-Lawe. Pembersihan itu dilakukan untuk memperlancar aliran air Sungai Lawe-Lawe. 

“Tim teknis sudah turun ke lapangan melakukan pembersihan aliran Sungai Lawe-Lawe. Kemudian air dari sungai ini dialirkan ke kolam retensi atau penampungan air baku Perumda AMDT,” pungkasnya.