IKA HIPMA-KT Dorong Keterbukaan Data Penyerapan Tenaga Kerja Lokal

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Pertemuan IKA HIPMA KT Kutim dan Distransnaker Kutim. (Foto: Dok.IKA HIPMA KT)
Pertemuan IKA HIPMA KT Kutim dan Distransnaker Kutim. (Foto: Dok.IKA HIPMA KT)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

IKA HIPMA-KT Dorong Keterbukaan Data Penyerapan Tenaga Kerja Lokal

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Pertemuan IKA HIPMA KT Kutim dan Distransnaker Kutim. (Foto: Dok.IKA HIPMA KT)
Pertemuan IKA HIPMA KT Kutim dan Distransnaker Kutim. (Foto: Dok.IKA HIPMA KT)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

IKA HIPMA-KT Dorong Keterbukaan Data Penyerapan Tenaga Kerja Lokal

Pertemuan IKA HIPMA KT Kutim dan Distransnaker Kutim. (Foto: Dok.IKA HIPMA KT)

Reporter: Siswandi | Editor: Bambang Irawan 

SANGATTA – Akses informasi mengenai kebutuhan tenaga kerja perusahaan di Kutim dinilai masih perlu diperkuat. 

Ikatan Keluarga Alumni Himpunan Pelajar dan Mahasiswa Kutai Timur (IKA HIPMA-KT) mendorong adanya keterbukaan data ketenagakerjaan, terutama pada perusahaan yang bergerak di sektor perkebunan dan pertambangan.

Persoalan tersebut mengemuka dalam audiensi IKA HIPMA-KT bersama Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kutim.

Ketua Harian IKA HIPMA-KT, Aleks Bajo, mempertanyakan mekanisme transparansi data ketenagakerjaan di perusahaan yang beroperasi di Kutim. 

Menurutnya, informasi mengenai kebutuhan dan penyerapan tenaga kerja penting dibuka agar masyarakat, khususnya pelajar dan mahasiswa asal Kutim, memiliki gambaran mengenai peluang kerja yang tersedia.

Sorotan tersebut tidak terlepas dari struktur perekonomian Kutim yang banyak ditopang sektor pertambangan dan perkebunan. 

Kedua sektor tersebut dinilai memiliki kebutuhan tenaga kerja yang besar, namun akses masyarakat lokal terhadap informasi rekrutmen dan kebutuhan kompetensi masih menjadi persoalan.

Aleks berharap pemerintah dapat memperkuat mekanisme komunikasi antara perusahaan dan masyarakat sehingga informasi mengenai kebutuhan tenaga kerja tidak hanya diketahui oleh pihak tertentu.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Disnakertrans Kutim, Piter Buyang menjelaskan, bahwa persoalan penyerapan tenaga kerja juga berkaitan dengan kewenangan dan kebijakan pemerintah provinsi. 

Ketentuan mengenai ketenagakerjaan, kata dia, telah diatur melalui peraturan daerah maupun peraturan bupati dengan mempertimbangkan kompetensi yang dimiliki calon tenaga kerja.

“Itu kembali kepada pemerintah, khususnya dari provinsi karena sudah ada Perda dan Perbup yang mengatur itu, yang dilihat dari segi keahlian atau soft skill seseorang,”katanya.

Meski demikian, Disnakertrans Kutim menyatakan peningkatan kompetensi tenaga kerja lokal tetap menjadi perhatian. 

Salah satunya dilakukan melalui program pelatihan yang menyasar pelajar dan mahasiswa.

“Kami usahakan melalui pelatihan-pelatihan untuk pelajar dan mahasiswa Kutai Timur agar tidak tertinggal skill dari pelajar dan mahasiswa luar daerah,” lanjutnya.

Upaya peningkatan kompetensi tersebut mendapat respons positif dari Ketua Umum IKA HIPMA-KT, Arief. 

Ia mengatakan organisasinya juga tengah menyiapkan gagasan pelatihan sebagai wadah peningkatan kapasitas pelajar dan mahasiswa asal Kutim.

“Pelatihan yang akan digagas oleh IKA HIPMA-KT ke depan siap untuk membangun mitra bersama dengan Disnakertrans,” pungkas Arif.

Audiensi tersebut selanjutnya akan ditindaklanjuti melalui pertemuan lanjutan bersama Kepala Disnakertrans Kutim. 

Pertemuan itu tidak berhenti pada pembahasan program pelatihan saja, tetapi juga menghasilkan bentuk kemitraan yang lebih konkret.

 

Termasuk membuka ruang komunikasi yang lebih luas antara pemerintah, perusahaan dan masyarakat terkait kebutuhan tenaga kerja, kualifikasi pekerja serta peluang rekrutmen di Kutim.

Bagi IKA HIPMA-KT, keterbukaan informasi dan peningkatan kompetensi merupakan dua hal yang saling berkaitan. 

Dengan informasi kebutuhan tenaga kerja yang lebih terbuka, pelajar dan mahasiswa lokal dapat mempersiapkan kompetensi sesuai kebutuhan dunia kerja.