Reporter : Herdiansyah l Editor : Bambang Irawan
SAMARINDA - Musim kemarau panjang yang melanda sejumlah wilayah di Pulau Kalimantan meningkatkan potensi Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) serta mengancam ketersediaan air bersih masyarakat.
Di tengah kondisi tersebut, berbagai upaya dilakukan, termasuk ikhtiar spiritual melalui pelaksanaan Salat Istisqa.
Di Kota Samarinda, Kaltim, Salat Istisqa dilaksanakan Danrem 091/Aji Surya Natakesuma (ASN) Brigjen TNI Anggara Sitompul bersama masyarakat.
Brigjen Anggara mengatakan, pelaksanaan Salat Istisqa merupakan salah satu bentuk ikhtiar spiritual untuk memohon turunnya hujan di tengah kondisi kemarau yang berkepanjangan.
"Ikhtiar tersebut berjalan beriringan dengan upaya penanganan secara langsung di lapangan, khususnya dalam menghadapi ancaman Karhutla dan dampak kekeringan," ungkapnya.
Ia juga mendorong agar doa bersama dan Salat Istisqa dapat dilaksanakan di berbagai wilayah Kaltim sebagai bentuk ikhtiar menghadapi musim kemarau.
Wali Kota Samarinda, Andi Harun menyebut pemerintah kota telah menetapkan status darurat kekeringan selama empat hari.
"Kondisi Samarinda saat ini telah memasuki fase siaga, terutama dalam menghadapi persoalan ketersediaan air bersih bagi masyarakat," bebernya.
Ia menegaskan bahwa ancaman terhadap pasokan air bersih juga muncul akibat meningkatnya kadar klorida pada sejumlah intake air baku. Kondisi tersebut terjadi di wilayah Palaran, Pulau Atas, Bukuan, dan Bentuas yang terdampak intrusi air laut.
"Peningkatan kadar klorida menjadi perhatian karena dapat memengaruhi kualitas air baku yang akan diolah menjadi air bersih," terangnya.
Kondisi tersebut membuat pemerintah daerah perlu meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi dampak kemarau panjang, sembari mengantisipasi potensi kekeringan yang semakin meluas dan ancaman Karhutla di sejumlah wilayah Kaltim.
Pelaksanaan Salat Istisqa pun menjadi bagian dari ikhtiar masyarakat dan pemerintah, di tengah upaya teknis yang terus dilakukan untuk menjaga ketersediaan air serta mencegah meluasnya dampak musim kemarau.


