Banner ADV

Kemarau Makin Panjang, Berau Kembali Gelar Salat Istisqa untuk Redam Ancaman Karhutla

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca2138 kali dibaca
Salat Istisqa yang digelar di Lapangan Pemuda Tanjung Redeb. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)
Salat Istisqa yang digelar di Lapangan Pemuda Tanjung Redeb. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Kemarau Makin Panjang, Berau Kembali Gelar Salat Istisqa untuk Redam Ancaman Karhutla

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca2138 kali dibaca
Salat Istisqa yang digelar di Lapangan Pemuda Tanjung Redeb. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)
Salat Istisqa yang digelar di Lapangan Pemuda Tanjung Redeb. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Banner ADV

Kemarau Makin Panjang, Berau Kembali Gelar Salat Istisqa untuk Redam Ancaman Karhutla

2138
Salat Istisqa yang digelar di Lapangan Pemuda Tanjung Redeb. (Foto: Nur Hidayah/Pusaranmedia.com)

Reporter: Nur Hidayah | Editor: Bambang Irawan

TANJUNG REDEB – Kemarau yang belum juga berakhir mulai meningkatkan kekhawatiran terhadap ketersediaan air dan potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Berau. 

Di tengah kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau mengajak masyarakat memperkuat ikhtiar melalui Salat Istisqa.

Salat meminta hujan yang digelar di Lapangan Pemuda Tanjung Redeb, Minggu (30/8/2026). Pemerintah daerah bersama Forkopimda dan masyarakat berbaur dalam satu rangkaian salat dan doa, memohon agar hujan segera turun di wilayah Berau.

Kondisi kemarau yang berlangsung cukup panjang membuat hujan menjadi kebutuhan mendesak. Selain berdampak terhadap aktivitas masyarakat, minimnya curah hujan juga membuat sejumlah kawasan lebih rentan mengalami kebakaran. Karena itu, turunnya hujan diharapkan dapat membantu membasahi kembali lahan yang mengering sekaligus menekan potensi meluasnya karhutla.

Jamaah tidak hanya memohon turunnya hujan, tetapi juga diajak melakukan introspeksi serta memperbaiki hubungan dengan sesama dan lingkungan.

Dalam khutbahnya, Ustaz Jamiruddin mengingatkan bahwa Salat Istisqa merupakan bagian dari ikhtiar ketika manusia menghadapi kondisi yang berada di luar kemampuannya. Doa, menurutnya, harus berjalan beriringan dengan usaha nyata dalam menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya kerusakan.

Ia juga mengajak masyarakat memperbanyak istighfar dan memohon ampun kepada Allah SWT. Hujan yang diharapkan bukan sekadar untuk mengakhiri kemarau, tetapi juga menjadi rahmat yang membawa manfaat tanpa menimbulkan bencana baru.

Bupati Berau Sri Juniarsih Mas menegaskan bahwa Salat Istisqa menjadi bagian dari ikhtiar bersama pemerintah dan masyarakat dalam menghadapi situasi kemarau yang terjadi saat ini.

Menurutnya, pemerintah tetap menjalankan berbagai langkah penanganan di lapangan, khususnya dalam mengantisipasi dan menangani karhutla. Namun, ikhtiar tersebut juga dilengkapi dengan doa agar kondisi cuaca segera membaik.

“Ini menjadi ikhtiar batin kita bersama. Kita tentu berharap hujan segera turun, sehingga kekeringan dapat berkurang dan ancaman karhutla bisa kita tekan,” ujarnya.

Sri Juniarsih juga mengajak masyarakat tidak lengah selama kondisi kemarau masih berlangsung. Pencegahan kebakaran, kata dia, membutuhkan kepedulian seluruh pihak karena api dapat dengan cepat meluas ketika kondisi lahan dan vegetasi dalam keadaan kering.

Pemkab Berau berharap perubahan cuaca segera terjadi sehingga hujan kembali mengguyur sejumlah wilayah. Selain menjadi penyejuk bagi masyarakat, hujan juga diharapkan membantu pemulihan kondisi lingkungan dan mengurangi risiko karhutla yang masih menjadi perhatian. (Adv)