TARAKAN - Jalan politik Anggota Komisi IV DPRD Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) dari daerah pemilihan (dapil) I Tarakan, Dino Andrian, tidak berawal dari cita-cita menjadi politisi.
Sejak sekolah dasar hingga SMA, Dino justru bercita-cita menjadi polisi. Keinginan itu sempat diwujudkannya dengan mengikuti seleksi calon bintara pada 2004. Namun, ia gagal dalam seleksi tersebut.
Dino kemudian memilih melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Dari bangku kuliah, ketertarikannya terhadap dunia politik mulai tumbuh, seiring keterlibatannya dalam berbagai organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan.
“Bagi saya, sebaik-baik manusia adalah manusia yang bermanfaat bagi orang lain,” kata Dino, baru baru ini.
Menurutnya, politik merupakan salah satu instrumen yang dapat digunakan untuk memberikan manfaat dalam skala yang lebih luas kepada masyarakat. Meski demikian, ia menilai kebermanfaatan tidak hanya bisa dilakukan melalui politik.
“Bagi saya yang berdampak paling besar dan membawa kebermanfaatan yang cukup besar bagi masyarakat, saya kira bisa melalui jalur politik,” ujarnya.
Keputusan untuk serius menekuni politik mulai menguat pada 2014. Namun, Dino tidak langsung maju sebagai calon legislatif. Ia terlebih dahulu memilih terlibat sebagai penyelenggara pemilu dengan menjadi anggota Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK).
Langkah itu diambil untuk mempelajari secara langsung sistem dan tahapan pemilu sebelum terjun sebagai peserta.
“Karena kita sering mendengar bahwa proses pemilu kita ini rawan terjadi kecurangan. Sebelum kita masuk ke arenanya, kita pelajari dulu sistemnya,” katanya.
Bagi Dino, salah satu tahapan yang sangat penting dalam pemilu adalah proses penghitungan suara. Karena itu, pengalaman sebagai penyelenggara PPK dinilainya menjadi bagian penting untuk memahami celah dan mekanisme penghitungan suara.
Setelah pengalaman tersebut, Dino mulai masuk ke partai politik pada 2016. Tiga tahun kemudian, ia maju dalam Pemilu Legislatif 2019 dan terpilih sebagai anggota DPRD Kota Tarakan.
Perjalanan politiknya berlanjut pada Pemilu 2024. Dino kemudian terpilih menjadi anggota DPRD Kaltara dan kini menjalankan tugas sebagai Anggota Komisi IV.
Ia mengaku tidak pernah mengalami keraguan ketika telah mengambil keputusan untuk masuk ke dunia politik.
“Ketika saya memutuskan untuk masuk ke dunia tertentu, mengambil keputusan untuk kemudian menjadi bagian dari perjalanan hidup saya, saya tidak pernah ragu sedikit,” ujarnya.
Bagi Dino, keputusan politik yang diambil sejak 2019 merupakan bagian dari perjalanan yang telah dipersiapkannya secara bertahap, mulai dari belajar menjadi penyelenggara pemilu hingga akhirnya terjun sebagai peserta pemilu. (Adv)


