TANJUNG SELOR – Ketua Komisi III DPRD Kalimantan Utara, Jufri Budiman, menilai akses jalan menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan dalam pengembangan kawasan wisata di Kabupaten Bulungan.
Menurut Jufri, Bulungan memiliki sejumlah kawasan pantai yang dapat dikembangkan sebagai tempat rekreasi masyarakat. Salah satunya kawasan pantai di Tanah Kuning.
“Pantainya bagus, tidak kalah juga pantainya dengan Pantai Pulau Derawan,” kata Jufri.
Ia mengatakan, jika kawasan tersebut dikelola dengan baik, potensi wisata pantai dapat dikembangkan untuk menarik kunjungan masyarakat maupun investor.
Namun, Jufri menekankan pentingnya akses menuju lokasi wisata. Kondisi jalan yang baik akan memudahkan masyarakat untuk berkunjung sekaligus menjadi salah satu pertimbangan bagi investor.
“Ketika masyarakat ingin pergi ke tempat wisata, mereka pasti melihat jalannya bagus dulu,” ujarnya.
Menurut dia, jalan yang lancar dan tidak rusak akan membuat perjalanan menuju lokasi wisata lebih nyaman. Akses tersebut juga berkaitan dengan biaya operasional bagi pelaku usaha yang akan berinvestasi.
Selain infrastruktur, investor juga akan melihat potensi pasar di sekitar kawasan wisata, termasuk jumlah penduduk dan minat masyarakat untuk berwisata.
Di sisi lain, Jufri mengatakan pengembangan kawasan juga perlu memperhatikan lahan milik masyarakat dan lingkungan. Persoalan pertanahan menjadi salah satu hal yang turut menjadi perhatian Komisi III DPRD Kaltara.
“Memang semuanya berkaitan dengan tanah maupun garis pantai, apalagi terkait dengan pertanahan,” katanya.
Jufri menyebut persoalan tumpang tindih lahan masih ditemukan di sejumlah wilayah. Kasus tersebut tidak hanya berkaitan dengan kawasan industri, tetapi juga terjadi di Tarakan dan Bulungan.
“Banyak kasus yang kita hadapi terkait dengan tumpang tindih,” ujarnya.
Karena itu, menurut Jufri, pengembangan kawasan wisata dan investasi perlu tetap memperhatikan akses infrastruktur, kepastian lahan, serta lingkungan dan kepentingan masyarakat setempat. (Adv)


