Hindari Parkir Liar, Pengunjung Teras Samarinda II Diarahkan Parkir ke Pasar Pagi

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Pengunjung Teras Samarinda tahap II yang memarkirkan kendaraannya di atas trotoar di kawasan Masjid Raya Darussalam, Sabtu (29/8/2026). (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Pengunjung Teras Samarinda tahap II yang memarkirkan kendaraannya di atas trotoar di kawasan Masjid Raya Darussalam, Sabtu (29/8/2026). (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Hindari Parkir Liar, Pengunjung Teras Samarinda II Diarahkan Parkir ke Pasar Pagi

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Pengunjung Teras Samarinda tahap II yang memarkirkan kendaraannya di atas trotoar di kawasan Masjid Raya Darussalam, Sabtu (29/8/2026). (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)
Pengunjung Teras Samarinda tahap II yang memarkirkan kendaraannya di atas trotoar di kawasan Masjid Raya Darussalam, Sabtu (29/8/2026). (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Hindari Parkir Liar, Pengunjung Teras Samarinda II Diarahkan Parkir ke Pasar Pagi

Pengunjung Teras Samarinda tahap II yang memarkirkan kendaraannya di atas trotoar di kawasan Masjid Raya Darussalam, Sabtu (29/8/2026). (Foto: Tri/Pusaranmedia.com)

Reporter: Tri Agustini | Editor: Bambang Irawan 

SAMARINDA - Masyarakat yang berkunjung ke Teras Samarinda tahap II masih banyak memilih memarkir kendaraan di sekitar kawasan dibandingkan menggunakan gedung parkir Pasar Pagi yang telah disiapkan sebagai kantong parkir pengunjung.

Kondisi tersebut membuat Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Samarinda menyiapkan rekayasa akses untuk mengarahkan masyarakat menggunakan fasilitas parkir yang telah disediakan. Salah satunya dengan memasang pagar pada median jalan serta menyediakan fasilitas penyeberangan menuju gedung parkir Pasar Pagi.

Kepala Dishub Kota Samarinda, Hotmarulitua Manalu, mengatakan sejak awal pembangunan Teras Samarinda tahap II, kawasan tersebut memang tidak lagi dirancang untuk menyediakan parkir di badan jalan. Masyarakat diarahkan memanfaatkan gedung parkir Pasar Pagi.

“Seperti rancangan awal pembangunan Teras Samarinda II ini kan sudah kita usulkan kemarin, tidak ada lagi yang terkait dengan parkir di daerah ini,” kata Manalu.

Menurutnya, kondisi saat ini masih memungkinkan masyarakat menggunakan sejumlah titik parkir lama karena median jalan belum sepenuhnya ditutup. Celah pada median tersebut juga membuat masyarakat lebih mudah menyeberang langsung dari area parkir menuju Teras Samarinda II.

Untuk mengubah pola tersebut, Dishub berencana melakukan pemagaran median mulai dari simpang tiga Jalan Gajah Mada yang berdekatan dengan gedung BRI hingga titik bukaan tertentu. Akses penyeberangan juga akan ditata dengan zebra cross selebar sekitar lima meter serta pelican crossing di sekitar gedung parkir Pasar Pagi.

“Ini daya paksa kita untuk masyarakat memanfaatkan ruang parkir yang telah disepakati, yaitu di gedung parkir Pasar Pagi,” ujarnya.

Ia menilai penertiban parkir semata tidak akan menyelesaikan persoalan apabila masyarakat masih memilih parkir sembarangan. Menurutnya, keberadaan parkir liar juga berpotensi memunculkan juru parkir (jukir) liar.

Rencana pemagaran median dan penambahan fasilitas penyeberangan tersebut rencananya akan diusulkan dalam anggaran perubahan tahun ini. 

Dishub mengakui keterbatasan Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi salah satu kendala apabila harus melakukan penjagaan dan penertiban parkir secara terus-menerus. Terlebih, personel Dishub juga harus menangani sejumlah kegiatan lain di Kota Samarinda.

Karena itu, Manalu menilai kesadaran masyarakat menjadi bagian penting dalam menciptakan ketertiban parkir di kawasan Teras Samarinda II.

“Semua kan harus kita obati dari hulunya. Selama masyarakat tidak tertib, selama itu juga nanti akan muncul jukir-jukir liar. Karena parkir liar memunculkan jukir-jukir liar,” pungkasnya.