Reporter: Tri Agustini | Editor: Bambang Irawan
SAMARINDA - Intrusi air laut yang masuk ke Sungai Mahakam membuat produksi air bersih di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Bantuas, Samarinda, harus dihentikan sementara.
Assistant Manager Laboratorium Induk Perumda Tirta Kencana Kota Samarinda, Ghandi Dewantaru, mengatakan hingga Senin (31/8/2026), hanya IPA Bantuas yang menghentikan produksinya akibat intrusi air laut. Sementara itu, sejumlah IPA lainnya masih beroperasi normal dengan kadar klorida yang berada jauh di bawah ambang batas.
“Untuk kondisi hari ini hanya ada satu instalasi pengolahan air yang di-stop produksinya karena proses intrusi air laut ini di IPA Bantuas. Selebihnya produksi di IPA-IPA semuanya berjalan normal,” kata Ghandi.
Berdasarkan kondisi pasang surut air laut dan arus yang masuk dari laut menuju Sungai Mahakam, Perumda Tirta Kencana memperkirakan kondisi tersebut masih relatif aman hingga Kamis (3/9/2026).
Ghandi mengatakan, sejauh ini belum ada indikasi IPA lain harus menghentikan produksinya. Namun, pemantauan tetap dilakukan secara ketat karena kadar klorida dapat berubah mengikuti pergerakan air laut.
“Kita tetap melakukan pengujian secara rutin per satu jam sekali dan ter-update bisa sampai 15 menit sekali tergantung dari perubahan air laut,” jelasnya.
Menurutnya, periode 29 dan 30 Agustus sebelumnya diperkirakan menjadi puncak masuknya intrusi air laut. Namun, kondisi di lapangan justru masih terkendali karena dampak terhadap produksi hanya terjadi di IPA Bantuas.
“Yang seharusnya itu puncak intrusi air laut masuk ternyata alhamdulillah aman, hanya sampai di IPA Bantuas. Selebihnya kita bisa produksi dengan lancar,” katanya.
Ia berharap hujan segera turun di wilayah hulu Sungai Mahakam. Hujan di kawasan hulu dinilai dapat membantu mendorong kembali air tawar dan mengurangi pengaruh intrusi air laut yang masuk ke sungai.
Ghandi mengatakan apabila kondisi air kembali membaik, IPA Bantuas berpeluang kembali dioperasikan.
Untuk mengantisipasi perkembangan kondisi, posko pemantauan intrusi air laut tetap dibuka. Perumda Tirta Kencana juga mengalihkan lokasi posko dari kawasan Teluk Lerong ke Laboratorium Induk.
Masyarakat yang memiliki informasi maupun ingin melaporkan kondisi terkait intrusi air laut dapat menyampaikannya melalui Laboratorium Induk Perumda Tirta Kencana Kota Samarinda.
Ghandi berharap fenomena intrusi air laut tersebut segera berakhir sehingga seluruh instalasi pengolahan air dapat kembali beroperasi secara normal.
“Mudah-mudahan segera ada hujan di daerah hulu sehingga bisa mendorong air intrusi air laut yang masuk. Mungkin mulai Kamis ini nanti kita akan aktif lagi,” ujarnya. (Adv)


