Reporter: Aswin | Editor: Bambang Irawan
TENGGARONG - Sejumlah warga di Tenggarong mengaku khawatir terhadap kondisi kualitas udara yang kini diselimuti kabut asap.
Kondisi tersebut diduga berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan khususnya Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) Kalimantan Timur.
Pantauan di lapangan pada Senin (31/8/2026), kabut asap terlihat menyelimuti sejumlah kawasan di Kukar, khususnya Kota Tenggarong. Kondisi ini mulai mengganggu aktivitas masyarakat, termasuk jarak pandang pengguna jalan.
Selain mengganggu jarak pandang, keberadaan kabut asap juga dikhawatirkan berdampak terhadap kesehatan. Sejumlah warga mengeluhkan mata perih hingga gangguan pernapasan saat beraktivitas, baik di luar maupun di dalam rumah.
Salah seorang warga, Proklananda, mengaku mengalami mata perih ketika melintas di Jembatan Tenggarong.
“Mata saya perih, gak kuat kalau harus jalan lagi dalam kondisi seperti ini,” ujarnya.
Warga Kecamatan Tenggarong Seberang tersebut diketahui rutin berjalan kaki dan berolahraga dengan melintasi Jembatan Tenggarong. Namun, kondisi kabut asap yang menyelimuti kawasan tersebut membuat aktivitasnya menjadi tidak nyaman.
Menurutnya, kondisi kabut asap saat ini cukup mengkhawatirkan apabila terus terjadi dan mengganggu aktivitas masyarakat sehari-hari. Bahkan, ia mengaku sempat mengalami sesak napas ketika berada di teras rumah.
“Kemarin saya tertidur di sofa teras rumah, tiba-tiba sesak, untuk cepat ditangani,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK) Kukar, Ahmad Fahruji, mengatakan pihaknya telah melakukan pengambilan sampel kualitas udara di tiga lokasi berbeda di wilayah Tenggarong.
Pengambilan sampel tersebut dilakukan pada 19 hingga 25 Agustus 2026. Berdasarkan hasil pengukuran saat itu, parameter partikulat PM10 dan PM2.5 masih berada di bawah baku mutu.
“Kalau untuk parameter PM10 dan PM2.5, masih parameternya di bawah baku mutu. Ini untuk yang dua minggu yang lalu ya, kita berbicara yang dua minggu yang lalu,” ujarnya.
Namun, Ahmad menegaskan hasil tersebut belum dapat menggambarkan kondisi kualitas udara terkini. Sebab, pengukuran dilakukan pada periode sebelum kabut asap kembali terlihat cukup tebal dalam beberapa hari terakhir.
“Masih aman, Tapi kita nggak tahu kondisi akhir-akhir ini ya,” tambahnya.


