Reporter: Herdiansyah l Editor: Bambang Irawan
SAMARINDA - Ancaman kekeringan yang mulai dirasakan di sejumlah wilayah Kaltim mendorong pemerintah daerah mempercepat kegiatan penanaman tanaman pangan.
Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi semakin terbatasnya ketersediaan air sekaligus menjaga keberlanjutan produksi pangan.
Kepala Dinas Pangan, Tanaman Pangan dan Hortikultura Kaltim, Fahmi Himawan, mengatakan percepatan tanam menjadi salah satu langkah penting yang saat ini terus digenjot pemerintah.
Fahmi menyebut, Kementerian Pertanian telah menetapkan target laju tanam di Kaltim sepanjang Agustus sekitar 2.400 hektare. Dari target tersebut, capaian di lapangan kini telah menembus sekitar 80 persen.
Bagi dia, capaian itu menjadi sinyal positif di tengah kondisi cuaca yang mulai memberikan tekanan terhadap sektor pertanian.
“Dari target pemerintah pusat sekitar 2.400 hektare untuk Agustus, realisasinya sudah mencapai sekitar 80 persen,” jelas Fahmi, sapaannya.
Menurutnya, waktu menjadi faktor penting dalam mengejar target tanam. Pemerintah tidak ingin menunggu kondisi kekeringan semakin parah hingga berdampak langsung terhadap ketersediaan air di lahan pertanian.
"Percepatan penanaman terus dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi wilayah dan ketersediaan sumber air masing-masing daerah," sambungnya.
Selain mempertahankan luas tambah tanam, langkah tersebut juga diharapkan untuk menjaga kesinambungan produksi pangan Kaltim.
"Pemerintah ingin momentum penanaman yang masih berjalan dapat dimaksimalkan sebelum dampak kekeringan meluas di mana-mana," tuturnya.


