Adinata Dorong Skate Park Kampung 4 Dilengkapi Lampu dan Pagar

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Fasilitas Skate Park Diusulkan Dilengkapi Penerangan dan Pagar (Foto : Istimewa)
Fasilitas Skate Park Diusulkan Dilengkapi Penerangan dan Pagar (Foto : Istimewa)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Adinata Dorong Skate Park Kampung 4 Dilengkapi Lampu dan Pagar

P

Ditulis oleh

PusaranMedia.com
2 menit baca
Fasilitas Skate Park Diusulkan Dilengkapi Penerangan dan Pagar (Foto : Istimewa)
Fasilitas Skate Park Diusulkan Dilengkapi Penerangan dan Pagar (Foto : Istimewa)

Suka artikel ini? Bagikan ke teman Anda.

Diskusi

Komentar

Memuat komentar...

Adinata Dorong Skate Park Kampung 4 Dilengkapi Lampu dan Pagar

Fasilitas Skate Park Diusulkan Dilengkapi Penerangan dan Pagar (Foto : Istimewa)

TARAKAN — Prestasi atlet skateboard asal Kalimantan Utara di tingkat nasional dinilai belum sepenuhnya ditunjang fasilitas latihan yang memadai. Kondisi tersebut menjadi perhatian Sekretaris Fraksi Golkar DPRD Kaltara dari Dapil I Tarakan, Adinata Kusuma.

Adinata mengatakan, atlet skateboard Kaltara selama ini konsisten menyumbangkan medali dalam ajang Festival Olahraga Rekreasi Nasional (FORNAS). Pada FORNAS terakhir, kontingen Kaltara bahkan berhasil membawa pulang medali emas dari cabang tersebut.

Menurut dia, capaian itu menunjukkan potensi besar olahraga skateboard di Kaltara. Namun, pemanfaatan fasilitas yang tersedia masih terkendala sejumlah kebutuhan dasar, terutama penerangan dan pagar di Skate Park Kampung 4, kawasan Islamic Center Tarakan.

“Dari FORNAS ke FORNAS kita tidak pernah ketinggalan medali. Di FORNAS terakhir kita mendapatkan medali emas,” kata Adinata, belum lama ini.

Persoalannya, kata dia, waktu latihan atlet menjadi terbatas karena kondisi fasilitas. Pada siang hari, cuaca yang panas membuat latihan kurang maksimal. Sementara malam hari, area skate park belum memiliki penerangan yang memadai.

“Teman-teman latihan tidak bisa maksimal. Siang cuaca panas, malam sudah gelap. Jadi mereka bisa latihan itu cuma sekitar satu setengah sampai dua jam sehari,” ujarnya.

Adinata menilai kondisi tersebut cukup ironis mengingat dengan keterbatasan waktu latihan saja, atlet skateboard Kaltara mampu bersaing hingga tingkat nasional.

Karena itu, ia mengusulkan pengadaan penerangan dan pagar sebagai bagian dari upaya mengoptimalkan fasilitas olahraga tersebut. Penerangan akan membuat waktu latihan lebih fleksibel, sedangkan pagar dibutuhkan untuk melengkapi fasilitas dan memberikan batas yang lebih jelas pada area latihan.

“Makanya kenapa tidak kita coba optimalisasikan? Salah satunya pengadaan penerangan dan pagar. Harapannya teman-teman bisa lebih maksimal lagi latihan,” katanya.

Tak hanya skateboard, Adinata juga melihat perkembangan olahraga sepatu roda di lokasi tersebut. Anak-anak mulai memanfaatkan kawasan itu untuk berlatih, tetapi persoalan fasilitas yang sama membuat kegiatan mereka belum berjalan maksimal.

Bagi Adinata, perbaikan fasilitas olahraga tidak hanya berkaitan dengan aktivitas fisik. Skate park juga dapat menjadi ruang bagi anak muda untuk mengembangkan prestasi sekaligus membuka aktivitas ekonomi kreatif di sekitarnya.

“Di skate park itu ada anak-anak muda yang berprestasi. Kita punya wadahnya, tinggal bagaimana wadah ini kita optimalkan,” ucapnya. (Adv)