Reporter: Achmad Fadillah | Editor: Buniyamin
BALIKPAPAN - SMA Nasional KPS Balikpapan membuka akses pendidikan global untuk pelajar melalui kegiatan Education Fair & Career Day (EFC Day) di Grhya Kreativitas Mahakam pada Selasa (1/9/2026) besok.
Sebanyak 37 perguruan tinggi nasional dan luar negeri akan berkumpul dalam kegiatan tersebut. Tak hanya kampus, kegiatan tersebut juga menghadirkan perwakilan kedutaan dari sejumlah negara.
Pelajar dapat mencari informasi langsung mengenai pilihan kampus, jurusan, biaya pendidikan, hingga peluang beasiswa tanpa dipungut biaya.
Kepala SMA Nasional KPS Balikpapan, Noor Yanti Aziza, mengatakan EFC Day dirancang untuk memperpendek jarak akses informasi pendidikan bagi siswa dan orang tua.
Menurutnya, selama ini siswa yang ingin mendapatkan informasi langsung mengenai perguruan tinggi luar negeri harus mencari informasi sendiri, bahkan mendatangi kampus atau kedutaan.
Melalui EFC Day, kampus dan kedutaan justru datang langsung ke Balikpapan. "Anak-anak tidak harus pergi ke Jakarta, mereka tidak harus ke kampus-kampus dan tidak harus ke kedutaan. Kampusnya yang datang, kedutaannya yang datang ke sekolah kami," kata Anti sapaannya saat gala dinner, Senin (31/8/2026).
Perwakilan perguruan tinggi dan kedutaan akan menempati stand masing-masing sehingga peserta dapat berinteraksi dan menggali informasi secara langsung.
Sejumlah negara akan terlibat dalam kegiatan tersebut, di antaranya Italia, Prancis, Jepang, Jerman, dan Belanda.
Informasi yang tersedia tidak hanya berkaitan dengan pilihan kampus, tetapi juga biaya pendidikan, program beasiswa, pilihan jurusan, serta persiapan yang harus dilakukan untuk melanjutkan pendidikan ke luar negeri.
"Informasi seperti biaya, beasiswa, dan program-program yang harus dipersiapkan bisa didapatkan langsung," ujarnya.
EFC Day tahun ini merupakan penyelenggaraan ketiga dan menjadi salah satu program yang dijalankan SMA Nasional KPS untuk membantu siswa mempersiapkan pendidikan tinggi.
Sekolah yang menyandang status Sekolah Unggul Garuda Transformasi (SUGT) tahun ini sebelumnya juga menjalankan program kunjungan kampus atau Goes to Campus, termasuk mengunjungi sejumlah perguruan tinggi di dalam dan luar negeri.
Namun, program mendatangkan langsung kampus ke Balikpapan dinilai dapat menjangkau lebih banyak pelajar.
Tidak hanya diperuntukkan bagi siswa SMA Nasional KPS, kegiatan tersebut juga terbuka bagi pelajar dari sekolah lain, mulai siswa SMP hingga SMA kelas X, XI, dan XII.
Pelajar dari Balikpapan dan daerah sekitar, termasuk Penajam Paser Utara (PPU), juga diharapkan memanfaatkan kesempatan tersebut.
Anti mengatakan siswa SMP juga perlu mulai diperkenalkan dengan pilihan profesi dan pendidikan tinggi agar memiliki gambaran mengenai masa depan sejak awal.
Dengan mengetahui profesi yang ingin ditekuni, siswa dapat mulai menentukan jalur pendidikan dan pilihan jurusan yang sesuai.
"Kalau anak tahu mau menjadi apa, mereka bisa punya target yang lebih realistis. Dari situ mereka bisa mengetahui arah pendidikan yang harus ditempuh," katanya.
Peserta tidak dikenakan biaya untuk mengikuti kegiatan tersebut. Mereka cukup melakukan registrasi melalui barcode yang disediakan panitia.
Anti berharap EFC Day dapat menjadi pintu bagi pelajar Balikpapan dan daerah sekitarnya untuk mengenal lebih banyak pilihan pendidikan, termasuk peluang melanjutkan studi ke luar negeri.
"Gunakan kesempatan ini sebaik-baiknya. Mereka bisa mendapatkan informasi seluas-luasnya dan membuka wawasan tentang kampus maupun jurusan yang mungkin selama ini belum mereka ketahui," harapannya.
Sementara Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Balikpapan, Ratih Kusuma, mengapresiasi perkembangan SMA Nasional KPS yang dinilainya telah menjadi salah satu sekolah dengan orientasi dan standar internasional di Balikpapan.
Menurutnya, keberadaan sekolah yang terus mengembangkan kualitas pendidikan tersebut dapat menjadi contoh bagi sekolah-sekolah lain.
"Sekolah ini sudah menjadi role model. Sekolah-sekolah lain yang ingin belajar bisa melakukan studi tiru dan melihat seperti apa yang dilakukan di KPS," kata dr Ratih.
Ia menilai kolaborasi antarsekolah penting dilakukan agar peningkatan kualitas pendidikan tidak berjalan sendiri-sendiri.
Selain itu, dr Ratih mengatakan penguatan pendidikan juga berkaitan erat dengan peningkatan kualitas pemuda.
Sebab, siswa SMA merupakan bagian dari generasi muda yang harus terus diberikan ruang untuk berkembang.
Ia pun berpesan kepada para pelajar untuk tidak berhenti belajar dan terus mengembangkan kemampuan dalam mempersiapkan masa depan.
"Teruslah berkarya, terus belajar, jangan berhenti. Karena ilmu itu harus terus kita gali," pungkasnya.


